PENGERTIAN DAN CARA SETTING MIKROTIK
Oleh : Retno Widiastuti*
Mikrotik dibuat oleh MikroTikls
sebuah perusahaan di kota Riga, Latvia. Latvia adalah sebuah negara yang
merupakan “pecahan” dari negara Uni Soviet dulunya atau Rusia sekarang ini.
Mikrotik awalnya ditujukan untuk perusahaan jasa layanan Internet (PJI) atau Internet
Service Provider (ISP) yang melayani pelanggannya menggunakan teknologi
nirkabel atau wireless. Saat ini MikroTikls memberikan layanan kepada
banyak ISP nirkabel untuk layanan akses Internet dibanyak negara di dunia dan
juga sangat populer di Indonesia. MikroTik sekarang menyediakan hardware dan
software untuk konektivitas internet di sebagian besar negara di seluruh dunia.
Produk hardware unggulan Mikrotik berupa Router, Switch, Antena, dan perangkat
pendukung lainnya. Sedangkan produk Software unggulan Mikrotik adalah MikroTik
RouterOS.
Setting Mikro Tik sebagai DHCP
Server, cara yang mudah dalam mengunakan atau mengakses mikrotik adalah
menggunakan winbox, winbox dapat didapat dari www.mikrotik.com
atau domain router mikrotik dan copy dari media penyimpanan. Tujuannya adalah
memberikan otomatis IP address pada PC client. Jadi kita tidak perlu memikirkan
pembagian IP pada masing-masing PC. Langkah pertama masuk winbox ke menu IP
> DHCP Server > tab DHCP klik DHCP Setup. Setelah muncul kotak interface
to ran DHCP server on tentukan interface mana untuk menjalankan DHCP server
misalnya pilih “ether-2 lan” karena interface tersambung di jaringan switch
local kemudian klik next. Pada kotak select
network for DHCP addresses Tentukan Network ID IP Address lokal,
misalnya gunakan 192.168.1.0/24 yang nantinya menggunakan jumlah IP address 253
IP untuk pc client DHCP addres space: 192.168.1.0/24 selanjutnya klik next.
Pada kotak
select gateway for given network, pada kotak ini diisi dengan IP MikroTik yang
nantinnya menjadi IP gateway di PC client. Gateway for DHCP network:
192.168.1.1 selanjutnya klik next. Pada kotak select pool of IP addresses given
out by DHCP server tentukan range IP address yang akan diberikan ke PC client
address to given out: 192.168.1.2-192.168.1.254 selanjutnya klik next. Pada
kotak Select DNS Servers isi dengan IP
DNS yang diberikan ke PC client, misalnya isi IP mikrotiknya, dan pastikan
mikrotik sekaligus menjadi DNS server dengan centang “Allow Remote Request” di
menu winbox IP > DNS. DNS servers: 192.168.1.1 klik next. Pada wizard
terakhir Leased Time Klik Next dan anda sudah menjadikan
MikroTik Sebagai DHCP Server menggunakan winbox. Pengetesan akhir setting LAN
card dikomputer “obtain an IP addres automatically”. Jika sukses maka status
LAN card anda dapat IP Address yang sudah ditentukan untuk mengatu bandwith
atau kecepatan download dan upload dengan setting mikrotik bandwidth management
di Limit
Bandwidth Client di Warnet Dengan Simple Queue.
Cara setting
mikrotik sebagai DCP client missal kita menggunakan ISP Telkom Speedy, mikrotik
akan menerima IP otomatis dari modem speedy atau menggunakan ISP FastNet agar
menerima IP Public dari modem FastNet agar mikrotik dapat terkoneksi dengan
internet di Winbox masuk menu IP
> DHCP Client.setelah muncul kotakclient server klik icon “+”Pada tab
DHCP kolom “Interface:” pilih interface/port atau contoh port yang
terhubung dengan modem speedy/fastnet. Centang “Use Peer DNS“, “Use Peer NTP” dan “Add Default Route”
dan klik Apply. Pada tab “Status”, terlihat mikrotik anda menerima IP Address,
DNS dan default gateway dari server DHCP.
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar