Setiap perangkat keras yang berhubungan dengan komputer dan teknologi selalu mengacu pada suatu standar. Begitu juga dengan Wireless LAN. Ada beberapa organisasi yang telah menetapkan standard Wireless
LAN diantaranya yaitu Federal Communication Commission (FCC),Institute
of Electrical and Electronic Engineers (IEEE), Wireless Ethernet
Compatibility Alliance (WECA), dan European Telecommunications Standards Institute (ETSI).
Namun standar Wireless yang
paling sering digunakan adalah standar dari IEEE. IEEE merupakan
organisasi pembuat standarisasi untuk hampir semua hal yang berhubungan
dengan teknologi informasi di Amerika Serikat. IEEE menciptakan standar
dengan aturan yang dibuat FCC. IEEE telah menetapkan berbagai standar
teknologi seperti IEEE 802.3 untuk ethernet dan 802.11 untuk Wireless LAN. Salah satu tugas IEEE adalah mengembangkan standar untuk Wireless
LAN dengan mengacu pada peraturan yang dikeluarkan FCC. Spesifikasi
yang digunakan dalam WLAN adalah 802.11 dari IEEE dimana ini juga sering
disebut dengan WiFi (Wireless Fidelity) standar yang berhubungan dengan kecepatan akses data. Berikut ini adalah standart IEEE yang pernah dikeluarkan untuk WirelessLAN:- 802.11
Standar 802.11 merupakan standarisasi WLAN pertama yang
dipublikasikan oleh IEEE pada tahun 1997. Karena banyaknya jenis-jenis
jaringan WLAN yang ada di pasaran, maka standar IEEE 802.11 menetapkan
antarmuka (interface) antara klien WLAN (Wireless client)
dengan jaringan Access Point-nya (network APs). Untuk membedakan
perbedaan antara jaringan WLAN satu dengan jaringan WLAN lainnya, maka
802.11 menggunakan Service Set Identifier (SSID). Dengan penanda ini
maka dapat di bedakan antara jaringan WLAN satu dengan lainnya sebab
jaringan WLAN satu dengan yang lain pasti memiliki nomor penanda SSID
yang berbeda pula. Access Point (AP) menggunakan SSID untuk menentukan
lalu lintas paket data mana yang di peruntukkan untuk Access Point
tersebut. Standar 802.11 juga menentukan frekuensi yang dapat digunakan
oleh jaringan WLAN. Misalnya untuk industrial, scientific, dan medical (ISM)
beroperasi pada frekuensi radio 2,4GHz. 802.11 juga menentukan tiga
jenis transmisi pada lapisan fisik untuk model Open System
Interconnection (OSI), yaitu: direct-sequence spread spectrum (DSSS),
frequency-hopping spread spectrum (FHSS), dan infrared.
Selain
pembagian frekuensi diatas, standar 802.11 juga membagi jenis frame-nya
menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu: control, data, dan management. Standar
802.11 membolehkan device (perangkat) yang mengikuti standar 802.11
untuk berkomunikasi satu sama lain pada kecepatan 1 Mbps dan 2 Mbps
dalam jangkauan kira-kira 100 meter.
- 802.11a
Standar 802.11a dipublikasikan pada tahun 1999 yang digunakan untuk mendefiniskan jaringan Wirelessdengan
frekuensi 5 GHz Unlicensed National Information Infrastrusture (UNII).
Kecepatan jaringan ini lebih cepat dari standar 802.11 dan standar
802.11b pada kecepatan transfer sampai 54 Mbps. Kecepatan ini dapat
lebih cepat lagi jika menggunakan teknologi yang tepat. Untuk
menggunakan standar 802.11a, perangkat-perangkat komputer (devices)
hanya memerlukan dukungan kecepatan komunikasi 6 Mbps, 12 Mbps, dan 24
Mbps. Standar 802.11a juga mengoperasikan channel/ saluran 4 (empat)
kali lebih banyak dari yang dapat dilakukan oleh standar 802.11 dan
802.11b. Walaupun standar 802.11a memiliki kesamaan dengan standar
802.11b pada lapisan Media Access Control (MAC), ternyata tetap tidak
kompatibel dengan standar 802.11 atau 802.11b karena pada standar
802.11a menggunakan frekuensi radio 5 GHz sementara pada standar 802.11b
menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Kelebihan dari standar 802.11a adalah
karena beroperasi pada frekuensi radio 5 GHz sehingga tidak perlu
bersaing dengan perangkat komunikasi tanpa kabel (cordless) lainnya
seperti telepon tanpa kabel (cordless phone) yang umumnya menggunakan
frekuensi 2,4 GHz. Perbedaan utama yang lain antara standar 802.11a
dengan standar 802.11 dan 802.11b adalah bahwa pada standar 802.11a
menggunakan jenis modulasi tambahan yang disebut Orthogonal Frequency
Division Multiplexing (OFDM) pada lapisan fisik di model OSI. Walaupun
standar 802.11a tidak kompatibel dengan standar 802.11b, beberapa vendor
pembuat perangkat Access Point berupaya menyiasati ini dengan membuat
semacam jembatan (bridge) yang dapat menghubungkan antara standar
802.11a dan 802.11b pada perangkat access point buatan mereka. Access
point tersebut di buat sedemikian rupa sehingga dapat di gunakan pada 2
(dua) jenis standar yaitu pada standar 802.11a dan standar 802.11b tanpa
saling mempengaruhi satu sama lain. Standar 802.11a merupakan pilihan
yang amat mahal ketika di implementasikan. Hal ini disebabkan karena
standar ini memerlukan lebih banyak Access point untuk mencapai
kecepatan komunikasi yang tertinggi. Penyebabnya adalah karena pada
kenyataannya bahwa gelombang frekuensi 5 GHz memiliki kelemahan pada
jangkauan.
- 802.11b
Standar 802.11b merupakan standar yang paling banyak digunakan di
kelas standar 802.11. Standar ini dipublikasikan pada tahun 1999.
802.11b merupakan pengembangan dari standar 802.11 untuk lapisan fisik
dengan kecepatan tinggi 802.11b digunakan untuk mendefinisikan jaringan Wireless
direct-sequence spread spectrum (DSSS) yang menggunakan gelombang
frekuensi indusrial, scientific, medicine (ISM) 2,4 GHz dan
berkomunikasi pada kecepatan hingga 11 Mbps. Ini lebih cepat daripada
kecepatan 1 Mbos atau 2 Mbps yang ditawarkan oleh standar 802.11a.
Standar 802.11b juga kompatibel dengan semua perangkat DSSS yang
beroperasi pada standar 802.11.
Standar 802.11b hanya berkonsentrasi pada lapisan fisik dan MAC (Media Access Control).
Standar ini hanya menggunakan satu jenis frame yang memiliki lebar
maksimum 2.346 byte. Namun, dapat dibagi lagi menjadi 1.518 byte jika di
hubungkan secara silang (cross) dengan perangkat access point sehingga
dapat juga berkomunikasi dengan jaringan berbasis Ethernet (berbasis
kabel). Standar 802.11b hanya menekankan pada pengoperasian
perangkat-perangkat DSSS saja. Standar ini menyediakan metode untuk
perangkat-perangkat tersebut untuk mencari (discover), asosiasi, dan
autentikasi satu sama lain. Standari ini juga menyediakan metode untuk
menangani tabrakan (collision) dan fragmentasi dan memungkinkan metode
enkripsi melalui protokol WEP (wired equivalent protocol).
- 802.11g
Standar 802.11g pada dasarnya mirip dengan standar 802.11a yaitu
menyediakan jalur komunikasi kecepatan tinggi hingga 54 Mbps. Namun,
frekuensi yang digunakan pada standar ini sama dengan frekuensi yang
digunakan standar 802.11b yaitu frekuensi gelombang 2,4 GHz dan juga
dapat kompatibel dengan standar 802.11b. Hal ini tidak dimiliki oleh
standar 802.11a. Seperti standar 802.11.a, perangkat-perangkat pada
standar 802.11g menggunakan modulasi OFDM untuk memperoleh kecepatan
transfer data berkecepatan tinggi. Tidak seperti perangkat-perangkat
pada standar 802.11a, perangkat-perangkat pada standar 802.11g dapat
secara otomatis berganti ke quadrature phase shift keying (QPSK) untuk
berkomunikasi dengan perangkat-perangkat pada jaringan Wireless
yang menggunakan standar 802.11b. Dibandingkan dengan 802.11a, ternyata
802.11g memiliki kelebihan dalam hal kompatibilitas dengan jaringan
standar 802.11b. Namun masalah yang mungkin muncul ketika
perangkat-perangkat standar 802.11g yang mencoba berpindah ke jaringan
802.11b atau bahkan sebaliknya adalah masalah interferensi yang di
akibatkan oleh penggunaan frekuensi 2,4 GHz. Karena frekuensi 2,4 GHz
merupakan frekuensi yang paling banyak digunakan oleh
perangkat-perangkat berbasis Wirelesslainnya.
- 802.11n
802.11n adalah amandemen baru yang meningkatkan atas standar 802,11 sebelumnya dengan menambahkan multiple-input multiple-output
(MIMO) dan banyak fitur-fitur baru lainnya. IEEE telah menyetujui
amandemen dan itu diterbitkan pada bulan Oktober 2009. Sebelum
ratifikasi akhir, perusahaan telah bermigrasi ke jaringan 802.11n
didasarkan pada Wi-Fi Alliance sertifikasi produk sesuai dengan
rancangan tahun 2007 proposal yang 802.11n.
Setiap perangkat keras yang berhubungan dengan komputer dan teknologi
selalu mengacu pada suatu standar. Begitu juga dengan wireless LAN.
Beberapa organisasi yang telah menetapkan standard wireless LAN antara
lain:
1) Federal Communication Commission (FCC)
FCC merupakan sebuah agen pada pemerintahan Amerika Serikat yang didirikan oleh Communication ACT pada tahun 1934 dan bertanggung jawab langsung kepada kongres. FCC mempunyai wewenang dalam pengaturan komunikasi antar negara bagian atau komunikasi internasional lewat radio, televisi dan media kabel. FCC mengeluarkan peraturan yang membatasi frekuensi yang digunakan untuk wireless LAN. FCC telah menetapkan tiga ISM
(industrial, scentific, and medical) band bebas lisensi yaitu 902-928 MHz, 2,4-2,484 GHz, dan 5,725-5,85 GHz. hampir sebagian besar dari produk wireless LAN memakai band frekuensi ini. FCC juga menetapkan tiga band Unlicensed National Information Infrastructure( UNII ) setiap band terletak pada cakupan 5 GHz.
2) Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE)
IEEE merupakan pembuat standar kunci untuk hampir semua hal yang berhubungan dengan teknologi informasi di Amerika Serikat. IEEE menciptakan standar dengan aturan yang dibuat FCC. IEEE telah menetapkan berbagai setandr teknologi seperti IEEE 802.3 untuk ethernet dan 802.11 untuk wireless LAN. Salah satu tugas IEEE adalah
mengembangkan standar untuk wireless LAN dengan mengacu pada peraturan yang dikeluarkan FCC.
Berikut ini adalah standart IEEE yang pernah dikeluarkan untuk Wireless LAN :
- 802.11a
WLAN yang beroperasi pada 5 GHz, data rate 54 Mbps. Dipublikasikan tahun 1999.
- 802.11b
Dikenal juga sebagai Wi-Fi. Beroperasi pada 2.4 GHz, data rate sampai 11 Mbps. Dipublikasikan tahun 1999.
- 802.11c
Ada dokumentasi prosedur MAC 802.11.
- 802.11d
Ada definisi dan kebutuhan dari standar 802.11 untuk dapat beroperasi di negara yang belum ada standarnya.
- 802.11e
Dibuat untuk memperbaiki MAC 802.11 untuk meningkatkan QoS. Perbaikan pada kapabilitas dan efisiensi ditujukan untuk aplikasi seperti suara atau video melalui jaringan wireless 802.11
-802.11f
Ada sarana untuk mengimplementasikan konsep 802.11 tentang AP dan distributed system (DS). Meningkatkan kompatibilitas antara peralatan AP dari vendor yang ada.
-802.11g
Membangun PHY berkecepatan lebih tinggi dari standar 802.11b tetapi tetap menjaga kompatibilitas dengan peralatan 802.11b yang sudah ada. Target data rate 20 Mbps.
-802.11h
Memperbaiki MAC 802.11 dan PHY 802.11a untuk menyediakan manajemen jaringan dan pengendalian daya dan spektrum pada pita 5 GHz.
-802.11i
Meningkatkan mekanisme keamanan dan autentikasi pada standar 802.11.
- 802.11j
802.11j adalah amandemen IEEE 802.11 standar yang dirancang khusus untuk Jepang pasar. Hal ini memungkinkan LAN nirkabel operasi di 4,9-5 GHz band untuk menyesuaikan diri dengan aturan Jepang operasi radio indoor, outdoor dan aplikasi mobile. Amandemen telah dimasukkan ke dalam diterbitkan IEEE 802,11-2.007 standar.
- 802.11k
IEEE 802.11k-2008 adalah sebuah amandemen 802,11-2.007 IEEE standar pengelolaan sumber daya radio. Mendefinisikan dan mengekspos jaringan radio dan informasi untuk memudahkan pengelolaan dan pemeliharaan mobile Wireless LAN.
- 802.11n
802.11n adalah amandemen baru yang meningkatkan atas standar 802,11 sebelumnya dengan menambahkan multiple-input multiple-output (MIMO) dan banyak fitur-fitur baru lainnya. IEEE telah menyetujui amandemen dan itu diterbitkan pada bulan Oktober 2009. Sebelum ratifikasi akhir, perusahaan telah bermigrasi ke jaringan 802.11n didasarkan pada Wi-Fi Alliance sertifikasi produk sesuai dengan rancangan tahun 2007 proposal yang 802.11n.
-802.11p
IEEE 802.11p adalah rancangan amandemen ke IEEE 802.11 standar untuk menambah akses nirkabel di dalam kendaraan lingkungan (WAVE). Ini mendefinisikan perangkat tambahan untuk 802,11 diperlukan untuk mendukung Intelligent Transportation Systems (ITS) aplikasi. Hal ini mencakup pertukaran data berkecepatan tinggi antara kendaraan dan antara kendaraan dan infrastruktur jalan di ITS lisensi pita 5,9 GHz (5,85-5,925 GHz). IEEE 1609 adalah sebuah standar lapisan yang lebih tinggi yang didasarkan IEEE 802.11p.
-802.11r
802.11r atau fast BSS transisi (FT) adalah sebuah amandemen terhadap IEEE 802.11 standar untuk mengizinkan kapal konektivitas berkelanjutan perangkat nirkabel bergerak, dengan cepat dan aman handoffs dari satu stasiun pangkalan lain dikelola dengan cara halus. Ini diterbitkan pada tanggal 15 Juli, 2008.
- 802.11s
IEEE 802.11s adalah suatu usulan IEEE 802.11 amandemen untuk jaringan mesh, menentukan bagaimana perangkat nirkabel dapat interkoneksi untuk menciptakan jaringan mesh WLAN, yang dapat digunakan untuk topologi statis dan jaringan ad-hoc.
- 802.11u
IEEE 802.11u adalah usulan amandemen terhadap 802,11-2.007 IEEE standar untuk menambahkan fitur yang dapat meningkatkan interworking dengan jaringan eksternal.
- 802.11v
IEEE 802.11v adalah usulan amandemen ke IEEE 802.11 standar untuk memungkinkan konfigurasi perangkat klien saat dihubungkan ke jaringan nirkabel.
-802.11w
802.11w adalah sebuah amandemen disetujui IEEE 802.11 standar untuk meningkatkan keamanan manajemen frame.
-802.11y
802.11y IEEE-2008 adalah sebuah amandemen terhadap 802,11-2.007 IEEE standar yang memungkinkan powered tinggi Wi-Fi peralatan untuk beroperasi pada rekan-dasar utama dalam 3.650-3.700 MHz di Amerika Serikat, kecuali bila dekat grandfathered satelit bumi stasiun. Ini disetujui untuk diterbitkan oleh IEEE pada 26 September 2008.
- 802.11x
Untuk meningkatkan keamanan 802.11.
3. Wireless Ethernet Compatibility Alliance (WECA)
WECA bertugas mempromosikan dan melakukan test terhadap kemampuan interoperabilitas dari perangkat 802.11b dan 802.11a. Tugas dari WECA adalah untuk adalah untuk menjamin kemampuan interoperabilitas Wi-Fi ( IEEE 802.11 ) dan mempromosikan WI-Fi sebagai standar wireless LAN secara global disetiap segmen pemasaran.
4. European Telecommunications Standards Institute (ETSI)
ETSI memiliki tugas yang sama dengan IEEE di Amerika, tapi ETSI untuk Eropa. Salah satu standar ETSI adalah HiperLAN/2. standar HiperLAN/1, dapat mendukung laju data sampai 24 Mbps. Frekuensi yang digunakan pada HiperLAN/1 lower dan middle UNII band.
1) Federal Communication Commission (FCC)
FCC merupakan sebuah agen pada pemerintahan Amerika Serikat yang didirikan oleh Communication ACT pada tahun 1934 dan bertanggung jawab langsung kepada kongres. FCC mempunyai wewenang dalam pengaturan komunikasi antar negara bagian atau komunikasi internasional lewat radio, televisi dan media kabel. FCC mengeluarkan peraturan yang membatasi frekuensi yang digunakan untuk wireless LAN. FCC telah menetapkan tiga ISM
(industrial, scentific, and medical) band bebas lisensi yaitu 902-928 MHz, 2,4-2,484 GHz, dan 5,725-5,85 GHz. hampir sebagian besar dari produk wireless LAN memakai band frekuensi ini. FCC juga menetapkan tiga band Unlicensed National Information Infrastructure( UNII ) setiap band terletak pada cakupan 5 GHz.
2) Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE)
IEEE merupakan pembuat standar kunci untuk hampir semua hal yang berhubungan dengan teknologi informasi di Amerika Serikat. IEEE menciptakan standar dengan aturan yang dibuat FCC. IEEE telah menetapkan berbagai setandr teknologi seperti IEEE 802.3 untuk ethernet dan 802.11 untuk wireless LAN. Salah satu tugas IEEE adalah
mengembangkan standar untuk wireless LAN dengan mengacu pada peraturan yang dikeluarkan FCC.
Berikut ini adalah standart IEEE yang pernah dikeluarkan untuk Wireless LAN :
- 802.11a
WLAN yang beroperasi pada 5 GHz, data rate 54 Mbps. Dipublikasikan tahun 1999.
- 802.11b
Dikenal juga sebagai Wi-Fi. Beroperasi pada 2.4 GHz, data rate sampai 11 Mbps. Dipublikasikan tahun 1999.
- 802.11c
Ada dokumentasi prosedur MAC 802.11.
- 802.11d
Ada definisi dan kebutuhan dari standar 802.11 untuk dapat beroperasi di negara yang belum ada standarnya.
- 802.11e
Dibuat untuk memperbaiki MAC 802.11 untuk meningkatkan QoS. Perbaikan pada kapabilitas dan efisiensi ditujukan untuk aplikasi seperti suara atau video melalui jaringan wireless 802.11
-802.11f
Ada sarana untuk mengimplementasikan konsep 802.11 tentang AP dan distributed system (DS). Meningkatkan kompatibilitas antara peralatan AP dari vendor yang ada.
-802.11g
Membangun PHY berkecepatan lebih tinggi dari standar 802.11b tetapi tetap menjaga kompatibilitas dengan peralatan 802.11b yang sudah ada. Target data rate 20 Mbps.
-802.11h
Memperbaiki MAC 802.11 dan PHY 802.11a untuk menyediakan manajemen jaringan dan pengendalian daya dan spektrum pada pita 5 GHz.
-802.11i
Meningkatkan mekanisme keamanan dan autentikasi pada standar 802.11.
- 802.11j
802.11j adalah amandemen IEEE 802.11 standar yang dirancang khusus untuk Jepang pasar. Hal ini memungkinkan LAN nirkabel operasi di 4,9-5 GHz band untuk menyesuaikan diri dengan aturan Jepang operasi radio indoor, outdoor dan aplikasi mobile. Amandemen telah dimasukkan ke dalam diterbitkan IEEE 802,11-2.007 standar.
- 802.11k
IEEE 802.11k-2008 adalah sebuah amandemen 802,11-2.007 IEEE standar pengelolaan sumber daya radio. Mendefinisikan dan mengekspos jaringan radio dan informasi untuk memudahkan pengelolaan dan pemeliharaan mobile Wireless LAN.
- 802.11n
802.11n adalah amandemen baru yang meningkatkan atas standar 802,11 sebelumnya dengan menambahkan multiple-input multiple-output (MIMO) dan banyak fitur-fitur baru lainnya. IEEE telah menyetujui amandemen dan itu diterbitkan pada bulan Oktober 2009. Sebelum ratifikasi akhir, perusahaan telah bermigrasi ke jaringan 802.11n didasarkan pada Wi-Fi Alliance sertifikasi produk sesuai dengan rancangan tahun 2007 proposal yang 802.11n.
-802.11p
IEEE 802.11p adalah rancangan amandemen ke IEEE 802.11 standar untuk menambah akses nirkabel di dalam kendaraan lingkungan (WAVE). Ini mendefinisikan perangkat tambahan untuk 802,11 diperlukan untuk mendukung Intelligent Transportation Systems (ITS) aplikasi. Hal ini mencakup pertukaran data berkecepatan tinggi antara kendaraan dan antara kendaraan dan infrastruktur jalan di ITS lisensi pita 5,9 GHz (5,85-5,925 GHz). IEEE 1609 adalah sebuah standar lapisan yang lebih tinggi yang didasarkan IEEE 802.11p.
-802.11r
802.11r atau fast BSS transisi (FT) adalah sebuah amandemen terhadap IEEE 802.11 standar untuk mengizinkan kapal konektivitas berkelanjutan perangkat nirkabel bergerak, dengan cepat dan aman handoffs dari satu stasiun pangkalan lain dikelola dengan cara halus. Ini diterbitkan pada tanggal 15 Juli, 2008.
- 802.11s
IEEE 802.11s adalah suatu usulan IEEE 802.11 amandemen untuk jaringan mesh, menentukan bagaimana perangkat nirkabel dapat interkoneksi untuk menciptakan jaringan mesh WLAN, yang dapat digunakan untuk topologi statis dan jaringan ad-hoc.
- 802.11u
IEEE 802.11u adalah usulan amandemen terhadap 802,11-2.007 IEEE standar untuk menambahkan fitur yang dapat meningkatkan interworking dengan jaringan eksternal.
- 802.11v
IEEE 802.11v adalah usulan amandemen ke IEEE 802.11 standar untuk memungkinkan konfigurasi perangkat klien saat dihubungkan ke jaringan nirkabel.
-802.11w
802.11w adalah sebuah amandemen disetujui IEEE 802.11 standar untuk meningkatkan keamanan manajemen frame.
-802.11y
802.11y IEEE-2008 adalah sebuah amandemen terhadap 802,11-2.007 IEEE standar yang memungkinkan powered tinggi Wi-Fi peralatan untuk beroperasi pada rekan-dasar utama dalam 3.650-3.700 MHz di Amerika Serikat, kecuali bila dekat grandfathered satelit bumi stasiun. Ini disetujui untuk diterbitkan oleh IEEE pada 26 September 2008.
- 802.11x
Untuk meningkatkan keamanan 802.11.
3. Wireless Ethernet Compatibility Alliance (WECA)
WECA bertugas mempromosikan dan melakukan test terhadap kemampuan interoperabilitas dari perangkat 802.11b dan 802.11a. Tugas dari WECA adalah untuk adalah untuk menjamin kemampuan interoperabilitas Wi-Fi ( IEEE 802.11 ) dan mempromosikan WI-Fi sebagai standar wireless LAN secara global disetiap segmen pemasaran.
4. European Telecommunications Standards Institute (ETSI)
ETSI memiliki tugas yang sama dengan IEEE di Amerika, tapi ETSI untuk Eropa. Salah satu standar ETSI adalah HiperLAN/2. standar HiperLAN/1, dapat mendukung laju data sampai 24 Mbps. Frekuensi yang digunakan pada HiperLAN/1 lower dan middle UNII band.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar