Minggu, 19 Oktober 2014

Makalah Jaringan Modern


MAKALAH
Jaringan Modern

Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Teknik Jaringan Komputer (TIK)





Disusun Oleh
                                                            Nama    : Retno Widiastuti
                                                            NIM      :1102412108
                                                            Rombel  : 1



Dosen Pengampu:
Septia Lutfi



KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014



KATA PENGANTAR


Alhamdulillah, puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT. Atas rahmat-Nya lah Penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.Tak lupa Penulis juga menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepadasemua pihak yang telah mendukung dan membantu Penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Dalam makalah yang berjudulMakalah Jaringan Modern”ini, akan dibahas mengenai pengertian Ubuntu, sejarah Ubuntu itu sendiri. Selain itu, untuk mempermudahpemahaman juga sebagai bahan latihan, Penulis juga menyertakan contoh installasi ubuntu yang dapat dipraktekkan oleh para pembaca.Namun demikian,
Penulis menyadari bahwa makalah tersebut masih banyak adanya kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis berharap akan kritik dan sarannya dari segenap pembaca. Demikianlah semoga makalah yang telah dibuat tersebut dapat bermanfaat bagi semuanya. Terimakasih
Akhir kata penulis mengharapkan makalah ini banyak manfaatnya bagi saya sendiri khususnya maupun semua pihak pada umumnya.
   
 
                                                                                                      Semarang,   Oktober 2014
Penulis            

                                                                                                            Retno Widiastuti


DAFTAR ISI

Kata Pengantar       
Daftar Isi       
       BAB I     PENDAHULUAN       
    1. Latar Belakang       
    2. Rumusan Masalah       
    3. Tujuan       
      BAB II    PEMBAHASAN       
             2.1    Lokal area Network       
             2.1.1 Topologi Jaringan Area Lokal       
             2.1.2 Ethernet        
             2.1.3 Ekspansi Jaringan Area Lokal        
             2.2    Teknologi Komunikasi Modern       
             2.2.1 Teknologi Komunikasi Pita Lebar (Broadband)        
             2.2.2 Wireless LAN (WLAN) dan WiMax        
             2.2.3 Bluetooth        
             2.2.4 Long Term Evolution (LTE)        
      BAB III    PENUTUP       
             3.1    Kesimpulan       
             3.2    Saran       
      DAFTAR PUSTAKA       

BAB I
PENDAHULUAN
 
1.          Latar Belakang
     Pada era globalisasi sekarang ini tentunya tidak asing lagi bagi kita semua dalam mendengar kata "Jaringan Komputer". Tentu saja dalam kehidupan sekarang, manusia tergantung kepada jaringan komputer. Secara real time kita mengetahui bahwa komunikasi data dan jaringan merubah cara kita berbisnis dan cara kita hidup. Pengambilan keputusan dalam dunia bisnis bisa lebih cepat karena informasi yang dibutuhkan pun di peroleh lebih cepat dari sebelumnya. Perkembangan PC membawa perubahan besar terhadap bisnis, industri , ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan. Komunikasi Data adalah pertukaran data antara dua alat melalui suatu Media Transmisi (misalnya: kabel). Komunikasi data dibedakan menjadi dua yaitu:
  • Local Communication : Merupakan komunikasi secara langsung atau face to face.
  • Remote Communication : Merupakan Komunikasi secara tidak langsung atau dipisahkan oleh jarak.
Sedangkan Jaringan Komputer sekumpulan komputer serta perangkat-perangkat lain pendukung komputer yang saling terhubung dalam suatu kesatuan. Media jaringan komputer dapat melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar informasi.
Manfaat dari jaringan komputer adalah:
  • Sharing file sesuai dengan hak aksesnya
  • Proses pengiriman data lebih cepat dan efisien
  • Sharing Hardware
  • Berkomunikasi dengan seseorang yang jauh
  • Menekan biaya

2.      Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, beberapa permasalahan yang akan dibahas pada makalah ini adalah:
I.                        Jaringan LAN (Local Area Network)
1.      Apa yang dimaksud dengan topologi jaringan dalam jaringan berbasis LAN?
2.      Apa yang dimaksud dengan Ethernet di dalam jaringan LAN ?
3.      Apa yang dimaksud dengan Ekspansi Jaringan Area Lokal dalam jaringan LAN?
II.            Jaringan Teknologi Komunikasi Modern
4.  Apa yang dimaksud dengan Teknologi Komunikasi Pita Lebar (Broadband)?
5.  Apa yang dimaksud dengan  Wireless LAN (WLAN) dan WiMax?
6.                  Apa yang dimaksud dengan Bluetooth?
7.  Apa yang dimaksud dengan  Long Term Evolution (LTE)?

3.      Tujuan
Adapun yang menjadi tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1.      Mendefinisikan topologi jaringan dalam jaringan berbasis LAN serta menjelaskan manfaat kelebihan dan kekurangan.
2.      Mendefinisikan Ethernet di dalam jaringan LAN.
3.      Menguraikan Ekspansi Jaringan Area Lokal dalam jaringan LAN.
4.      Mendefinisikan Teknologi Komunikasi Pita Lebar (Broadband).
5.      Mendefinisikan Wireless LAN (WLAN) dan WiMax.
6.      Mendefinisikan Bluetooth serta menjelaskan manfaat kelebihan dan kekurangan.
7.      Mendefinisikan Long Term Evolution (LTE).
BAB II
PEMBAHASAN


A.                  Jaringan LAN (Local Area Network)
Pada mulanya, jaringan computer dilakukan pada jaringan yang sangat terbatas yaitu dengan menggunakan dua buah computer. Jaringan tersebut kemudian berkembang lebih luas pada komplek perkantoran, gedung, sekolah yang dikenal dengan jaringan local atau LAN (Local Area Network).
LAN membentuk pola kerja kelompok atau workstation. LAN memungkinkan praktisi computer dapat melakukan penggunaan bersama-sama dan dapat saling berkomunikasi menggunakan email, forum diskusi, dan sebagainya.
Seperti halnya dengan penemuan dan pengembangan telegraf oleh Thomas Alfa Edison, LAN memberikan banyak kemudahan karena seseorang yang ingin mengetahui tentang perdaganga saham tidak perlu kurir yang berlari dari satu kantor ke kantor lainnya untuk menyampaikan informasi terbarunya. LAN juga menawarkan kemudahan dalam pola pertukaran antara satu computer dengan computer yang lain secara cepat, murah dan akurat.
Untuk mempermudah dalam pola hubungan antara satu computer dengan computer lainnya, LAN (Local Area Network) memiliki beberapa pola yang disebut Topologi Jaringan. Di bawah ini bentuk gambar dari jaringan LAN.

Gambar Jaringan LAN

1.      Topologi Jaringan Area Lokal
Topologi jaringan adalah istilah yang digunakan untuk menguraikan cara bagaimana komputer terhubung dalam suatu jaringan. Topologi menguraikan lay out  aktual dari perangkat keras jaringan, topologi logika menguraikan perilaku komputer pada jaringan dari sudut pandang operator, dalam hal ini manusianya, yaitu topologi fisik. Pada umumnya, jaringan menggunakan salah satu dari dua jenis topologi fisik. Adapun topologi fisik itu meliputi bus, switch/mesh/web, ring, star, dan daisy-chain/loop, tree/hierarchial.
a.           Topologi BUS
Topologi bus adalah satu bentuk tata letak jaringan yang menggunakan satu buah kabel dimana seluruh node jaringan disambungkan. Topologi bus menghubungkan beberapa node. Setiap node melakukan tugasnya masing-masing. Setiap komputer disambung dengan T-Bus (bus berbentuk huruf T) dan kedua ujung sambungan diberi resistor dengan nilai resistansi sebesar 50 ohm. Topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Topologi BUS
·         Keuntungan
    • Hemat kabel
    • Layout kabel sederhana
    • Mudah dikembangkan
·         Kerugian
    • Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
    • Kepadatan lalu lintas
    • Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
    • Diperlukan repeater untuk jarak jauh  

Gambar Topologi Bus

b.      Topologi Switch/Mesh/Web
Topologi switch memiliki nama lain, yaitu topologi web, topologi mesh, topologi plex, atau topologi completely connected. Topologi ini merupakan bentuk jaringan dengan node yang saling berhubungan dengan node  lain melalui beberapa link.

Gambar Topologi Switch/Mesh/Web

c.       Topologi Ring
Pada topologi ini, semua komputer saling berhubungan fisik membentuk lingkaran, yaitu seperti topologi kabel bus, tetapi ujung-ujungnya saling disambung. Data yang dikirim diberi alamat (address) tujuan sehingga data sampai ke computer tujuan. Jika salah satu node rusak atau tidak berfungsi, maka tidak akan memengaruhi komunikasi node yang lainnya. Topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Topologi RING
·         Keuntungan
    • Hemat Kabel
·         Kerugian
    • Peka kesalahan
    • Pengembangan jaringan lebih kaku

Gambar Topologi Ring

d.      Topologi Star
Topologi star merupakan bentuk jaringan dengan beberapa node dihubungkan dengan node pusat (central node atau host node) yang membentuk jaringan seperti bintang (star). Semua komunikasi ditangani dan diatur langsung oleh central node. Node pusat menyediakan jalur komunikasi khusus untuk dua node yang akan berkomunikasi. Topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Topologi STAR
·         Keuntungan
    • Paling fleksibel
    • Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
    • Kontrol terpusat
    • Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
    • Kemudahaan pengelolaan jaringan
·         Kerugian
    • Boros kabel
    • Perlu penanganan khusus
    • Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis

Gambar Topologi Star

e.       Topologi Daisy-Chain/Loop
Topologi ini merupakan evolusi dari topologi bus dan topologi ring, yaitu setiap simpul terhubung langsung ke dua simpul lain melalui kabel dan membentuk saluran, bukan lingkaran utuh. Pada topologi ini semua node berhubungan secara serial sehingga tidak mengenal central node karena semua memiliki status dan kedudukan yang sama. Topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Topologi Daisy-Chain/Loop
·         Kelebihan
  • Pemasangan dan pemeliharaannya mudah.
·         Kekurangan
  • Jika node di tengah mengalami masalah maka akan berdampak pada seluruh jaringan termasuk ketika menambahkan node di tengah, jaringan akan mati untuk sementara.



Gambar Topologi Daisy-Chain/Loop
f.       Topologi Tree/Hierarchial
Topologi tree seperti membentuk sebuah pohon dengan cabangnya. Topologi ini terdiri atas central node (komputer spesifikasi tinggi) node (komputer spesifikasi rendah) yang saling berhubungan secara berjenjang. Central node sebagai host computer merupakan jenjang tertinggi (top hierarchial) yang berfungsi mengoordinasikan node pada jenjang di bawahnya. Topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Topologi Tree/Hierarchial
·         Kelebihan
  • Terbentuk suatu kelompok node yang dapat digunakan setiap saat.
·         Kekurangan
  • Jika node tertinggi tidak berfungsi, maka akan berpengaruh terhadap kelompok lain yang ada di bawahnya.


Gambar Topologi Tree/Hierarchial

2.                  Ethernet
Ethernet adalah perangkat fisik teknologi dan data link layer untuk LAN (Jaringan Area Lokal). Ethernet juga merupakan jenis skenario perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972. Versi awal Xerox Ethernet dikeluarkan pada tahun 1975 dan di desain untuk menyambungkan 100 komputer pada kecepatan 2,94 megabit per detik melalui kabel sepanjang satu kilometer.
Desain tersebut menjadi sedemikian sukses di masa itu sehingga Xerox, Intel dan Digital Equipment Corporation (DEC) mengeluarkan standar Ethernet 10Mbps yang banyak digunakan pada jaringan komputer saat ini. Selain itu, terdapat standar Ethernet dengan kecepatan 100Mbps yang dikenal sebagai Fast Ethernet.
Asal Ethernet bermula dari sebuah pengembangan WAN di University of Hawaii pada akhir tahun 1960 yang dikenal dengan nama "ALOHA". Universitas tersebut memiliki daerah geografis kampus yang luas dan berkeinginan untuk menghubungkan komputer-komputer yang tersebar di kampus tersebut menjadi sebuah jaringan komputer kampus.
Proses standarisasi teknologi Ethernet akhirnya disetujui pada tahun 1985 oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), dengan sebuah standar yang dikenal dengan Project 802. Standar IEEE selanjutnya diadopsi oleh International Organization for Standardization (ISO), sehingga menjadikannya sebuah standar internasional dan mendunia yang ditujukan untuk membentuk jaringan komputer. Karena kesederhanaan dan keandalannya, Ethernet pun dapat bertahan hingga saat ini, dan bahkan menjadi arsitektur jaringan yang paling banyak digunakan.

1.      Jenis-jenis Ethernet
Arsitektur Ethernet diperkenalkan pada tahun 1970 oleh Xerox, dimana terdapat tiga jenis Ethernet yang dibedakan berdasarkan kecepatan daya akses datanya, yaitu:
1.      Ethernet
Memiliki kecepatan akses data 10 Mbit/detik. Standar yang digunakan adalah: 10BaseT, 10BaseF, 10Base2 dan 10Base5.
a.                     10BaseT
Pada Ethernet 10BaseT menggunakan topologi Star. Ethernet dengan topologi star ini paling banyak digunakan, karena mudah pemasangannya serta melakukan pengecekan jika ada kerusakan pada jaringan. Pada 10BaseT kabel yang dipakai bukan coaxial tapi kabel UTP. Spesifikasi dari 10BaseT adalah sebagai berikut:
·       Panjang kabel per-segmen maksimum 100 m
·       Jumlah segmen maksimum adalah 1024
·       Jumlah node perjaringan 1024
·       Menggunakan Hub dengan jumlah maksimum 4 buah
·       Kabel yang digunkan UTP kategori 3 atau lebih
b.      10BaseF
10BaseF mengunakan kabel serat optik, ini jarang digunakan karena biasanya mahal dan pemasangannya tidak semudah ethernet tipe lain. Umumnya jenis ini dipakai untuk penghubung (link) antar segmen karena jaraknya bisa mencapai 2000 m serta kabel yang digunakan adalah serat optik. Pada 10BaseF, untuk transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan kabel/media yang berbeda.
c.                     10Base2
10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk bus. Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm dengan jenis twisted pair. 10Base2 disebut juga Thin Ethernet karena menggunakan kabel Coaxial jenis Thin atau disebut sebagai Cheaper Net.Panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambbung sampai 5 segmen menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unit komputer saja. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi 50 ohm. Untuk jenis konektor dipakai adalah jenis BNC.
Spesifikasinya adalah:
·       Panjang kabel per-segmen adalah 185 m
·       Total segmen kabel adalah 5 buah
·       Maksimum Repeater adalah 4 buah
·       Maksimum jumlah segmen yang terdapat node (station) adalah 3 buah
·       Jarak terdekat antar station minimum 0,5 m
·       Maksimum jumlah station dalam satu segmen kabel adalah 30
·       Maksimum panjang keseluruhan dengan Repeater adalah 925 m
·       Awal dan akhir kabel diberi Terminator 50 ohm
·       Jenis kabel yang digunakan RG-58A/U atau RG-58C/U
d.      10Base5
10Base5 disebut juga Thick Ethernet karena menggunakan kabel Coaxial jenis Thick. Topologi pada 10Base5 sama seperti 10Base2 yaitu Topologi Bus. Spesifikasi dari 10Base5 adalah sebagai berikut:
·       Panjang kabel per-segmen adalah 500 m
·       Total segmen kabel adalah 4 buah
·       Maksimum jumlah segmen yang terdapat node adalah 3
·       Jarak terdekat antar station minimum adalah 2,5 m
·       Maksimum jumlah station dalam satu segmen kabel adalah 100
·       Maksimum panjang kabel AUI ke node 50 m
·       Maksimum panjang keseluruhan dengan Repeater 2500 m
·       Awal dan akhir kabel diberi Terminator 50 ohm
·       Jenis kabel Coaxial RG-8 atau RG-11
2.                  Fast Ethernet
Memiliki kecepatan akses data 100 Mbit/detik. Standar yang digunakan adalah: 100BaseFX, 100BaseT, 100BaseT4 dan 100BaseTX. Protokol ini cepat menjadi populer, karena memberikan kecepatan 10 kali lebih tinggi dibandingkan 10BaseT dengan harga yang relatif murah.
Fast Ethernet bergantung pada jenis media/kabel yang digunakan, tergolong atas beberapa tipe sebagai berikut:
a.                     100Base TX
Protokol 100BaseTX ini mendukung penggunakan kabel UTP kategori-5 seperti yang digunakan oleh protokol IOBaseT sehingga dapat digunakan tanpa banyak mengubah distribusi perkabelan yang sudah ada. Yang perlu diganti hanya hub dan network adapter yang mampu mendukung protokol 100BaseTX. Banyak network adapter dan hub yang diproduksi belakangan ini mempunyai kemampuan untuk mendeteksi secara otomatis kecepatan 10 atau 100 Mbps. Kabel-kabel jaringan tidak perlu diganti karena 100BaseTX dapat berfungsi dengan baik dengan menggunakan kabel UTP kategori¬5, seperti yang digunakan oleh jaringan 1OBaseT dengan panjang kabel antara hub dengan hub atau hub ke komputer adalah sama juga, yaitu 100 meter. Namun untuk protokol 100BaseTX, diameter jaringan maksimum (jarak terjauh antara dua komputer) adalah 205 meter.
b.      100BaseFX
Tipe protokol ini mendukung penggunaan kabel serat optik de¬ngan jarak maksimum 412 meter.
c.                     100BaseT
100BaseT disebut juga Fast Ethernet atau 100BaseX, adalah ethernet yang mempunyai kecepatan 100 Mbps. Ada beberapa tipe 100BaseT berdasarkan kabel yang dipakai, yaitu:
·         100BaseT4, memakai kabel UTP Category-5 dan kabel yang dipakai adalah 4 pasang
·         100BaseTX, memakai kabel UTP Category-5 dan kabel yang dipakai hanya 2 pasang
·         100BaseTX, memakai kabel serat optic Pada 100BaseT yang menggunakan kabel Coaxial maksimum total kabelnya dengan menggunakan Hub Class II adalah 205 m, dengan perincian 100 m untuk panjang segmen dan 5 m untuk hubungan Hub ke Hub. Sedangkan untuk 100BaseFX dengan menggunakan dua Repeater bisa mencapai 412 m, dan panjang segmen dengan serat optik bisa mencapai 2000 m.
3.                     Gigabit Ethernet
Memiliki kecepatan akses data 1000 Mbit/detik atau 1 Gbit/detik. Standar yang digunakan adalah: 1000BaseCX, 1000BaseLX, 1000BaseSX dan 1000BaseT. Gigabit Ethernet merupakan protokol jenis Ethernet terbaru yang mendukung kecepatan 1000 Mbps. Gigabit Ethernet bergantung pada jenis media yang digunakan, terdiri atas beberapa tipe sebagai berikut:
a.  1000BaseTX
Merupakan jenis protokol Ethernet terbaru yang menggunakan kecepatan 1000 Gigabit per second (Gbps) dan mendukung pergunaan kabel UTP kategori-5. Spesifikasinya banyak mirip dengan protokol 100BaseTX, misalnya jarak kabel maksimum adalah 100 meter dengan diameter jaringan 205 meter.
b. 1000BaseSX dan 1000 BaseLX
Protokol 1000BaseSX dan 1000BaseLX berdasarkan spesifikasi 802.3z yang mendukung penggunaan media serat optik yang mampu meneruskan data dengan panjang kabel sampai 550 meter untuk protokol 1000BaseSX, dan 3000 meter untuk protokol 1000BaseLX, tergantung tipe dan mode serat optik yang dipakai. Oleh sebab itu protokol ini banyak dipakai sebagai jaringan tulang punggung (backbone) untuk jaringan kampus.

3.                  Ekspansi Jaringan Area Lokal
Ekspansi pada jaringan area lokal merupakan perangkat keras komputer yang termasuk golongan peripheral komputer yang berbentuk papan sirkuit cetak yang akan terhubung dengan matherboard komputer melalui slot kartu ekspansi. Adanya slot kartu ekspansi ini berguna untuk menambah fungsi atau kerja komputer, sebagai contoh; penambahan LAN card pada komputer sehingga komputer bisa terkoneksi dengan jaringan komputer.
Slot kartu ekspansi sudah satu paket dengan motherboard sehingga pada saat kita membeli motherboard alangkah baiknya kita mengecek dulu kelengkapan daripada slot kartu ekspansinya, karena semakin lengkap slot kartu ekspansinya maka semakin mudah untuk menambah fungsi dari komputer tersebut.
Pada saat ini slot kartu ekspansi mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga bermunculan slot - slot terbaru perkembangan dari slot model lama. Beberapa slot kartu ekspansi yang sering kita jumpai antara lain : Slot PCI, PCI-X, PCI-Express dan AGP. Setiap slot mempunyai kecepatan akses yang berbeda - beda dan slot generasi terbaru biasanya mempunyai kecepatan akses yang lebih cepat dari pada slot kartu ekspansi model sebelumnya. Slot kartu ekspansi biasanya digunakan untuk menancapkan kartu ekspansi seperti: VGA card, LAN card maupun kartu ekspansi yang lain.

B.     Teknologi Komunikasi Modern
1.      Teknologi Komunikasi Pita Lebar (Broadband)
Broadband adalah koneksi kecepatan tinggi yang memungkinkan akses internet secera cepat dan selalu terkoneksi atau (always on). Sejarah broadband bergerak mulai dari ditemukanya kabel serta optik pada tahun 1950, dimana sebelumnya kebutuhan komunikasi data belum dibutuhkan dalam kecepatan tinggi dan era broadband mulai. Saat itu, andalanya lebih pada kabel serta optik.
Definisi umum broadband adalah proses pengiriman dan penerimaan data melalui sistem jaringan telekomunikasi dengan kecepatan tinggi. Umumnya kecepatan mulai dari 256 kbps sampai dengan 100 Mbps yang terhubung dengan perangkat pengguna/pelanggan disebut broadband.
Definisi broadband tidak ada yang spesifik, namun yang sama adalah dalam penggunaan kata “kecepatan tinggi” (high speed). Menurut rekomendasi ITU No. I.113, “Komunikasi broadband didefinisikan sebagai komunikasi dengan kecepatan transmisi 1,5 Mbps hingga 2,0 Mbps.”. sedangkan menurut FCC di amerika, “ komunikasi broadband dicirikan dengan suatu komunikasi yang memiliki kecepatan simetri (up-stream dan down-stream) minimal 200 kbps.
Broadband Wireless sesuai dengan namanya adalah teknologi baru yang menjanjikan kepada pemakai bandwidth yang lebar. Dibandingkan dengan teknologi wireless yang sudah ada (mobile communication) terdapat perbedaan pada tujuan penggunaan dan kecepatan. Teknologi wireless yang ada diutamakan untuk layanan suara (voice) dan jika digunakan untuk menyalurkan data hanya akan diperoleh kecepatan sekitar 9600 bps saja, sedangkan teknologi broadband wireless menjanjikan layanan data (bisa berisi data multimedia) dengan kecepatan antara 1,5 mbps s/d 128 mbps. Teknologi broadband wireless menggabungkan kemudahan-kemudahan yang didapat dari sistem wireless yang ada. Seperti hal-hal berikut :
a.       Kemudahan dan kecepatan pemasangan
b.      Kemudahan perawatan-perangkat
c.       Kemudahan pengembangan jaringan
Teknologi broadband dapat dibedakan atas 5 teknologi, yaitu
1.      Digitas Subscriber Line (DSL)
2.      Modem Kabel
3.      Broadband Wireless Access (WiFi dan WiMAX)
4.      Satelit
5.      Selular
Dari kelima teknologi tersebut, kabel modem dirasakan kurang populer dalam pemanfaatannya. Teknologi DSL digunakan oleh operator penyelenggara fixed telephone (fixedcarrier) untuk optimasi penggunaan copper fiber yang ada, memiliki skala ekonomis pada infrastruktur yang ada, dan modem memiliki tingkat keamanan dan kualitas layanan yang baik pada bandwidth yang tinggi. Teknologi 3G yang diselenggarakan oleh operator-operator seluler memiliki karakteristik bahwa teknologi 2G didesain untuk layanan komunikasi berbasis voice dan data, mendukung mobilitas yang tinggi, dan teknologinya sudah mapan. Teknologi wireless yang banyak mendapatkan perhatian baik dari calon operator, vendor, dan user adalah WiMAX. Beberapa hal yang menjadi keunggulan WiMAX, jika dibandingkan dengan teknologi WiFI antara lain adalah sebagai berikut.
1.      Para produsen mikroelektronik akan mendapatkan lahan baru untuk dikerjakan, dengan membuat chip-chip yang lebih general yang dapat dipakai oleh banyak produsen perangkan wireless untuk membuat BWA nya. Produsen perangkat wireless tidak perlu mengembangkan solusi end to end bagi penggunanya, karena sudah tersedia standar yang jelas.
2.      Operator telekomunikasi dapat menghemat investasi perangkat karena kemampuan WiMAX dapat melayani pelanggannya dengan area yang lebih luas dan dengan kompatibilitas yang lebih tinggi
3.      Pengguna akhir akan mendapatkan banyak pilihan dalam menggunakan internet. WiMAX merupakan salah satu teknologi yang dapat memudahkan untuk koneksi dengan internet secara mudah dan berkualitas
4.      Memiliki banyak fitur yang selama ini belum ada pada teknologi WiFi dengan standar IEEE 802.11 . standar 802.16. digabungkan dengan ETSI HiperMAN, maka dapat melayani pangsa pasar yang lebih luas.
5.      Dengan coverage yang mencapai 50 kilometer (maksimal), WiMAX dapat memberikan kontribusi yang sangat besar bagi keberadaan wireless MAN. Kemampuan untuk menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh dan akan menutup semua celah broadband yang tidak dapat terjangkau oleh teknologi kabel dan DSL.
6.      Dapat melayani para pengguna, baik yang berada pada posisi LOS maupun NLOS DSL, WiMAX, dan 3G memiliki segmentasi yang berbeda ketiga teknologi ini bisa saling bersinergi untuk memperbaiki/melengkapi satu sama lain : Gunawan Wibisono & Gunadi Dwi Hantoro.2006." WiMAX Teknologi BWA Kini & Masa Depan"




1.      Layanan Broadband
1.      DSL
DSL (Digital Subscriber Line) adalah satu set teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat. Biasanya kecepatan downolad dari DSL berkisar dari 128 kbit/d sampai 24.000 kb/d tergantung dari teknologi DSL tersebut. Kecepatan upload lebih rendah dari download untuk ADSL dan sama cepat untuk SDSL.
Di ujung pelanggan memerlukan sebuah modem DSL. Alat ini mengubah data dari sinyal digital yang digunakan oleh komputer menjadi sebuah sinyal voltase dalam jangkauan frekuensi yang sessuai dan kemudian disalurkan ke jalur telepon.
Banyak teknologi DSL menggunakan sebuah lapisan ATM agar dapat beradaptasi dengan sejumlah teknologi yang berbeda. Implementasi DSL dapat menciptakan jaringan jembatan atau routed. Dalam konfigurasi jembatan, kelompok komputer pengguna terhubungkan ke subnet tunggal. Implementasi awal menggunakan DHCP untuk menyediakan detail jaringan seperti alamat IP kepada peralatan pengguna, dengan authentication melalui alamat MAC atau memberikan nama host. Kemudian implementasi seringkali menggunakan PPP melalui Ethernet atau ATM (PPPoE atau PPPoA). DSL juga memiliki rasio contention yang layak dipertimbangkan pada saat memilih teknologi jalur lebar.
·         Keuntungan dari DSL adalah sebagai berikut :
a.                   Dengan DSL. Anda dapat meninggalkan koneksi internet terbuka Anda dan masih    menggunakan saluran telepon untuk panggilan suara.
b.                  Kecepatan DSL. Jauh lebih tinggi dari modem dial-up biasa. Contoh teknologi DSL (kadangkala disebut xDSL) termasuk:
·         High-bit-rate Digital Subscriber Line (HDSL), covered in this article
·         Symmetric Digital Subscriber Line (SDSL), a standardised version of HDSL
·         Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL), a version of DSL with a slower upload speed
·         Rate-Adaptive Digital Subscriber Line (RADSL)
·         Very-high-bit-rate Digital Subscriber Line 2 (VDSL2), an improved version of VDSL
·         G. Symmetric High-speed Digital Subscriber Line (G.SHDSL), a standardised replacement for early proprietary SDSL by the International elecommunication Union Telecommunication Standardization Sector
2.                  SONET
SONET adalah standar komunikasi digital yang baru untuk suatu sistem transmisi serat optik. Transport signal level-1 (STS-1) dengan frekuensi 51,840 Mbps dan multiplex SONET dibentuk dari sejumlah N kali sinyal dasar STS-1 sehingga lebih effisien dibandingkan hirarki yang lain. SONET juga dapat meningkatkan kapasitas bandwidth pada serat optik tanpa perlu melakukan penambahan kabel optik. Keandalan trafik pada SONET akan selalu terjaga pada topologi ring yang menggunakan wavelenght division multiplexing (WDM).
·         Keuntungan sonnet
SONET adalah standar komunikasi digital yang baru untuk suatu sistem transmisi serat optik. Transport signal level-1 (STS-1) dengan frekuensi 51,840 Mbps dan multiplex SONET dibentuk dari sejumlah N kali sinyal dasar STS-1 sehingga lebih effisien dibandingkan hirarki yang lain. SONET juga dapat meningkatkan kapasitas bandwidth pada serat optik tanpa perlu melakukan penambahan kabel optik. Keandalan trafik pada SONET akan selalu terjaga pada topologi ring yang menggunakan wavelenght division multiplexing (WDM).
Hierarki Transport SONET    :
Section: Layer section berfungsi untuk memformat frame SONET, serta mengubah sinyal elektrik ke optik (vice versa). Perangkatnya disebut STE (Section Termination Equipment).
Line: Layer line melakukan sinkronisasi dan multipleks/demultipleks informasi dari frame SONET. Perangkatnya disebut LTE (Line Terminating Equipment).
Path: Layer path menjadi interface antara perangkat non SONET dengan jaringan SONET. Payload akan di-map menjadi frame SONET, dan sebaliknya. Layerpath mengurusi transport data secara end-to-end.

2.                  Wireless LAN(WLAN) dan WIMAX
1.      Wireless LAN(WLAN)
Wifi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, memiliki pengertian yaitu sebuah teknologi yang memungkinkan sejumlah komputer terhubung dalam sebuah jaringan tanpa kabel (nirkabel) atau WLAN (Wireless Local Area Networks) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11
Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk membangun jaringan nirkabel dalam suatu area yang sifatnya local (contohnya, dalam lingkungan gedung kantor, gedung kampus atau pada area publik (hotspot), seperti bandara atau kafe). WLAN dapat digunakan pada kantor sementara atau yang mana instalasi kabel permanen tidak diperbolehkan. Atau WLAN terkadang dibangun sebagai suplemen bagi LAN yang sudah ada, sehingga pengguna dapat bekerja pada berbagai lokasi yang berbeda dalam lingkungan gedung. WLAN dapat dioperasikan dengan dua cara. Dalam infrastruktur WLAN, stasiun wireless (peranti dengan network card radio atau eksternal modem) terhubung ke access point nirkabel yang berfungsi sebagai bridge antara stasiun-stasiun dan network backbone yang ada saat itu. Dalam lingkungan WLAN yang sifatnya peer-to-peer (ad hoc), beberapa pengguna dalam area yang terbatas, seperti ruang rapat, dapat membentuk suatu jaringan sementara tanpa menggunakan access point, jika mereka tidak memerlukan akses ke sumber daya jaringan.Pada tahun 1997, IEEE meng-approve standar 802.11 untuk WLAN, yang mana menspesifikasikan suatu data transfer rate 1 sampai 2 megabits per second (Mbps). Di bawah 802.11b, yang mana menjadi standar baru yang dominan saat ini, data ditransfer pada kecepatan maksimum 11 Mbps melalui frekuensi 2.4 gigahertz (GHz). Standar yang lebih baru lainnya adalah 802.11a, yang mana menspesifikasikan data transfer pada kecepatan maksimum 54 Mbps melalui frekuensi 5 GHz.

1.      Keamanan Jaringan WiFi
Peralatan sinyal yang ditranmisikan oleh jaringan wifi menggunakan frekuensi secara bebas, sehingga dapat ditangkap oleh komputer lain sesama user wifi. keamanan jaringan wifi secara umum terdiri dari nonsecure dan secure (share key):
·         non secure: computer yang mempunyai wifi dapat menangkap transmisi pancaran dari sebuah wifi dan langsung dapat masuk kedalam jaringan tersebut
·         secure; untuk dapat masuk ke jaringan wifi diperlukan kunci atau password, contohnya sebuah network yang menggunakan WEP.
·         selain menggunakan WEP, dapat ditambahkan WPA ( wifi protected access ).
·         membatasi akses dengan mendaftarkan MAC Address dari komputer klien yang berhak mengakses jaringan.
2.                  Akses Internet
Sebuah alat Wi-Fi dapat terhubung ke Internet ketika berada dalam jangkauan sebuah jaringan nirkabel yang terhubung ke Internet. Cakupan satu titik akses atau lebih (interkoneksi) disebut hotspot
Hotspot adalah istilah bagi sebuah area dimana orang bisa mengakses internet, asal menggunakan laptop atau PDA dengan fitur WiFi (Wireless Fidelity) sehingga bisa berinternetan tanpa kabel.
3.                  Spesifikasi
Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:
Spesifikasi Wi-Fi



Spesifikasi
Kecepatan
Frekuensi
Band
Cocok
dengan
11 Mb/s
~2.4 GHz
b
54 Mb/s
~5 GHz
a
54 Mb/s
~2.4 GHz
b, g
100 Mb/s
~2.4 GHz
b, g, n



2.                  WIMAX
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah standard-based technology yang memungkinkan penyaluran akses broadband melalui penggunaan wireless sebagai alternatif kabel dan DSL.
WiMAX merupakan sistem Broadband Wireless Access (BWA) yang memiliki kemampuan interoperability antar perangkat yang berbeda dan dapat dioperasikan untuk kondisi LOS maupun NLOS.
Faktor utama dibalik pertumbuhan luar  biasa  medium  nirkabel  adalah kemampuan untuk memenuhi dua  dari  tiga  komponen  yang  merupakan tujuan  utama  dari  telekomunikasi:  any information,  any  time,  any  place.  Sistem komunikasi nirkabel menyediakan anytime, anywhere communication.
Ada  beberapa skenario topologi untuk pengembangan  wireless  yaitu  Point-to- Point (P2P) dan Point-to-MultiPoint (PMP), Mesh.  
  1. Point-to-point(P2P)
Point  to  point  digunakan  dimana ada  dua  titik  dihubungkan:  satu pengirim  dan  satu  penerima.  Ini juga  digunakan  untuk  backhaul atau  transfer  dari  sumber  data (data  center,  co-lo  facility,  fiber POP, Central Office, dan lain-lain) ke  pelanggan  atau  untuk  point bagi  distribusi  menggunakan arsitektur point to multipoint. Pada arsitektur  ini  pancaran  fokus antara  dua  point  dan throughput  radio  point- to- point  akan  lebih  kuat  daripada produk point-to-multipoint.  

Gambar: Konfigurasi Point-to-Point dan Point-to- Multipoint(http://www.wimax.com/educ ation/wimax/wireless_architectures)

2.                  Point-to-Multipoint (PMP)
Satu base station dapat melayani ratusan pelanggan dalam batasan  bandwidth  dan pelayanan yang ditawarkan.
·         Line of sight (LOS) atau Non-line of sight (NLOS)

Gambar: Perbedaan antara line of sight and non-line of sight (http://www.wimax.com/education/wima x/wireless_architectures)
Teknologi-teknologi  wireless  awal  seperti LMDS,  MMDS  kurang  sukses  di  pasaran karena  mereka  tidak  dapat  memberikan solusi  untuk  kasus  non-line-of-sight.  Hal tersebut  membatasi  jumlah  pelanggan yang  dapat  dicapai  dan  membutuhkan biaya  tinggi  untuk  base  station  dan  CPE, bisnis  ini  kebanyakan  gagal.  WiMAX  baik digunakan untuk keadaan line of sight dan juga  menawarkan  jangkauan  dan throughtput  ke  pelanggan  yang  berada pada  non-line-of-sight.  Kemampuan WiMAX  untuk  memberikan  layanan  non- line-of-sight,  WiMAX  service  provider dapat  mencapai  banyak  customer sehingga  biaya  yang  dapat  ditekan  untuk setiap pelanggan.

Gambar:  Teknologi Wireless (Pareek Deepak, The Business of Wimax,2006)
1.      Cara Kerja WiMAX

Gambar : Cara Kerja WiMAX (http://computer.howstuffworks.com/wimax2.htm)

Secara  umum,  WiMAX  terdiri  dua  bagian  yaitu  base  station  WiMAX  dan  WiMAX  Receiver atau disebut juga customer premise equipment (CPE).
  1. WiMAX Base Station
Base station WiMAX base station terdiri dari electronik indoor dan tower WiMAX. Umumnya satu  base-station  menjangkau  radius  6  mile  (  secara  teori  dapat menjangkau hingga  radius 50  km  atau  30  mile,  tapi  prakteknya  baru  terbatas  sekitar  10  km  atau  6  mile.  Dalam  area layanan tersebut dimanapun dapat mengakses internet secara wireless. Base-station WiMAX menggunakan  MAC  layer  (didefinisikan  dalam  standard),  sebuah  interface  umum  yang membuat jaringan interoperable dan dapat mengalokasikan bandwidth uplink dan downlink ke  pelanggan  berdasarkan  kebutuhan  pada  satuan  waktu  tertentu.  Setiap  base  station menjangkau  daerah  yang  dinamakan  cell.  Maksimal  radius  dari  cell  secara  teori  adalah  50 km(  tergantung  band  frekuensi  yang  dipilih),  namun  pengembangan  yang  umum  adalah radius 3 sampai 10 km). Seperti jaringan mobile  seluler , antenna pada base-station  dapat omnidirectional (cell yang circular), atau directional (linear) atau sektoral.  
2.                  WiMAX Receiver
WiMAX  receiver  dapat  terdiri  dari  antenna  yang  terpisah(  bagian  yang  terpisah  antara receiver electronics dan antenna ) atau dapat berupa box sendiri atau PCMCIA card dalam laptop. Akses ke base-station WiMAX hampir sama dengan mengakses access point dalam jaringan  Wi-Fi.  Namun  masih  tingginya  biaya  instalasi  CPE  menjadi  kendala  karena memerlukan tenaga ahli dalam instalasi CPE untuk sistem BWA.

3.                  Bluetooth
Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. Pada dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya menggantikan atau menghilangkan penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam. Daya pancar dari transceiver microchips Bluetooth terbagi tiga kelompok, yaitu kelas 1 (100 mW, untuk area 100 meter), kelas 2 (2,5 mW, untuk area 10 meter) dan kelas 3 (1 mW, untuk area 1 meter)

1.      Cara kerja Bluetooth
Bluetooth sebenarnya hadir ditujukan untuk mengatasi beberapa kendala komunikasi data antarperanti elektronik yang lebih dahulu hadir. Yang paling utama memang untuk komunikasi antarperalatan elektronik tanpa kabel. Namun, Bluetooth juga digunakan untuk menjembatani komunikasi one by one menjadi one to many. Selain itu, bluetooth juga mengeliminasi campur tangan pengguna dalam mengonfigurasi koneksi. Jadi, koneksi antarperalatan elektronik via bluetooth terjadi secara otomatis.
Adapun kelebihan dan kekurangan dari Bluetooth sebagai berikut ini:
Kelebihan Bluetooth:
  1. Bluetooth dapat menembus dinding, kotak, dan berbagai rintangan lain walaupun jarak transmisinya hanya sekitar 30 kaki atau 10 meter
  2. Bluetooth tidak memerlukan kabel ataupun kawat
  3. Bluetooth dapat mensinkronisasi basis data dari telepon genggam ke komputer
  4. Dapat digunakan sebagai perantara modem
Kekurangannya Bluetooth:
  1. Sistem ini menggunakan frekuensi yang sama dengan gelombang LAN standar
  2. Apabila dalam suatu ruangan terlalu banyak koneksi Bluetooth yang digunakan, akan menyulitkan pengguna untuk menemukan penerima yang diharapkan
  3. Banyak mekanisme keamanan Bluetooth yang harus diperhatikan untuk mencegah kegagalan pengiriman atau penerimaan informasi.
  4. Di Indonesia, sudah banyak beredar virus-virus yang disebarkan melalui bluetooth dari handphone

4.                  Long Term Evolution (LTE)
LTE (Long Term Evolution) adalah sebuah nama baru dari layanan yang mempunyai kemampuan tinggi dalam sistem komunikasi bergerak (mobile). Merupakan langkah menuju generasi ke-4 (4G) dari teknologi radio yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan jaringan telepon mobile. Dimana generasi sebelumnya dikenal sebagai 3G (untuk "generasi ketiga"), LTE dipasarkan sebagai 4G.
Menurut IMT Advanced (International Mobile Telecommunications Advanced), LTE tidak sepenuhnya sesuai dengan persyaratan 4G. Sebagian besar operator selular di Amerika Serikat dan beberapa operator di seluruh dunia mengumumkan rencana untuk mengubah jaringan mereka untuk LTE dimulai pada 2009. Layanan LTE pertama di dunia dibuka oleh TeliaSonera di dua kota Skandinavia yaitu Stockholm dan Oslo pada 14 Desember 2009. LTE adalah satu set perangkat tambahan ke Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang diperkenalkan pada 3rd Generation Partnership Project (3GPP) Release 8. Banyak dari 3GPP Release 8 mengadopsi teknologi 4G, termasuk semua IP arsitektur jaringan

1.      Tinjauan
LTE memberikan tingkat kapasitas downlink sedikitnya 100 Mbps, dan uplink paling sedikit 50 Mbps dan RAN round-trip kurang dari 10 ms. LTE mendukung operator bandwidth, dari 20 MHz turun menjadi 1,4 MHz dan mendukung pembagian frekuensi duplexing (FDD) dan waktu pembagian duplexing (TDD).
Bagian dari standar LTE adalah Arsitektur Sistem Evolution, sebuah jaringan berbasis IP yang dirancang untuk menggantikan arsitektur GPRS Core Network dan memastikan dukungan untuk mobilitas antara beberapa non-sistem 3GPP, misalnya GPRS dan WiMax.
Keuntungan utama dengan LTE adalah throughput yang tinggi, latency rendah, plug and play, FDD dan TDD pada platform yang sama, peningkatan pengalaman pengguna akhir dan arsitektur sederhana yang mengakibatkan biaya operasional yang rendah. LTE akan juga mendukung sel menara dengan teknologi jaringan yang lebih tua seperti GSM, cdmaOne, W-CDMA (UMTS), dan CDMA2000.
BAB III
PENUTUP

A.                Kesimpulan
Komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data/informasi dari dua atau lebih device (alat, seperti komputer/ laptop/ printer/ dan alat komunikasi lain) yang terhubung dalam sebuah jaringan melalui beberapa media
Komunikasi data memiliki beberapa tujuan diantaranya yaitu,memunkinkan pengiriman data dalam jumalh besar efisien, tanpa kesalahan dan ekomis dari suatu tempat ketempat yang lain.Memungkinkan penggunaan sistem komputer dan perlatan pendukung dari jarak jauh (remote computer use). Memungkinkan penggunaan komputer secara terpusat maupun secara tersebar sehingga mendukung manajemen dalam hal kontrol, baik desentralisasi ataupu sentralisasi. Mempermudah kemungkinan pengelolaan dan pengaturan data yang ada dalam berbagai mcam sistem komputer.Mengurangi waktu untuk pengelolaan data.Mendapatkan da langsung dari sumbernya.Mempercepat penyebarluasan informasi.

B.     Saran
Dari makalah yang telah disusun, maka dapat diberikan beberapa saran, antara lain:
  1. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai Lokal Area Network yang lebih detail.
  2. Perlu informasi tambahan yang lebih mendetail tentang Teknologi Komunikasi Modern.


DAFTAR PUSTAKA
http://dhediku.blogspot.com/2013/12/tugas-makalah-materi-jaringan-tentang-a.html
http://kerockan.blogspot.com/2011/05/membahas-jaringan-komputer-modern-dan.html
https://youde.wordpress.com/2011/03/10/macam-macam-topologi-jaringan/






Tidak ada komentar:

Posting Komentar