MAKALAH
Jaringan
Modern
Untuk
Memenuhi Tugas
Mata
Kuliah Teknik Jaringan Komputer (TIK)
Disusun
Oleh
Nama
: Retno Widiastuti
NIM
:1102412108
Rombel
: 1
Dosen
Pengampu:
Septia
Lutfi
KURIKULUM
DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2014
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT. Atas
rahmat-Nya lah Penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.Tak
lupa Penulis juga menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepadasemua pihak yang telah mendukung dan membantu
Penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Dalam makalah yang berjudul “Makalah Jaringan Modern”ini, akan
dibahas mengenai pengertian Ubuntu, sejarah Ubuntu itu sendiri. Selain itu, untuk mempermudahpemahaman juga sebagai
bahan latihan, Penulis juga menyertakan contoh installasi ubuntu yang dapat dipraktekkan oleh para pembaca.Namun demikian,
Penulis menyadari bahwa makalah tersebut masih banyak adanya kekurangan dan
masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis berharap akan kritik dan
sarannya dari segenap pembaca. Demikianlah semoga makalah yang telah dibuat
tersebut dapat bermanfaat bagi semuanya. Terimakasih
Akhir kata penulis mengharapkan makalah ini banyak
manfaatnya bagi saya sendiri khususnya maupun semua pihak pada umumnya.
Semarang, Oktober 2014
Penulis
Retno Widiastuti
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar
Daftar
Isi
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Lokal area Network
2.1.1 Topologi Jaringan Area
Lokal
2.1.2 Ethernet
2.1.3 Ekspansi Jaringan Area
Lokal
2.2 Teknologi Komunikasi Modern
2.2.1 Teknologi Komunikasi Pita Lebar
(Broadband)
2.2.2 Wireless LAN (WLAN) dan WiMax
2.2.3 Bluetooth
2.2.4 Long Term Evolution (LTE)
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan
3.2
Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Pada era globalisasi sekarang ini tentunya tidak asing lagi bagi kita semua
dalam mendengar kata "Jaringan Komputer". Tentu saja dalam kehidupan
sekarang, manusia tergantung kepada jaringan komputer. Secara real time kita
mengetahui bahwa komunikasi data dan jaringan merubah cara kita berbisnis dan
cara kita hidup. Pengambilan keputusan dalam dunia bisnis bisa lebih cepat
karena informasi yang dibutuhkan pun di peroleh lebih cepat dari sebelumnya.
Perkembangan PC membawa perubahan besar terhadap bisnis, industri , ilmu
pengetahuan dan dunia pendidikan. Komunikasi Data adalah pertukaran data
antara dua alat melalui suatu Media
Transmisi (misalnya: kabel). Komunikasi data
dibedakan menjadi dua yaitu:
- Local Communication : Merupakan komunikasi secara langsung atau face to face.
- Remote Communication : Merupakan Komunikasi secara tidak langsung atau dipisahkan oleh jarak.
Sedangkan Jaringan Komputer sekumpulan komputer serta perangkat-perangkat
lain pendukung komputer yang saling terhubung dalam suatu kesatuan. Media
jaringan komputer dapat melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga
memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar informasi.
Manfaat
dari jaringan komputer adalah:
- Sharing file sesuai dengan hak aksesnya
- Proses pengiriman data lebih cepat dan efisien
- Sharing Hardware
- Berkomunikasi dengan seseorang yang jauh
- Menekan biaya
2.
Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, beberapa permasalahan
yang akan dibahas pada makalah ini adalah:
I.
Jaringan LAN (Local Area Network)
1. Apa yang dimaksud dengan topologi jaringan dalam
jaringan berbasis LAN?
2. Apa yang dimaksud dengan Ethernet di dalam jaringan LAN
?
3. Apa yang dimaksud dengan Ekspansi Jaringan Area Lokal
dalam jaringan LAN?
II.
Jaringan Teknologi Komunikasi Modern
4. Apa
yang dimaksud dengan Teknologi Komunikasi Pita Lebar (Broadband)?
5. Apa
yang dimaksud dengan Wireless LAN (WLAN) dan WiMax?
6.
Apa yang dimaksud dengan Bluetooth?
7. Apa
yang dimaksud dengan Long Term Evolution (LTE)?
3.
Tujuan
Adapun yang menjadi tujuan dari penulisan makalah ini
adalah:
1. Mendefinisikan topologi jaringan dalam jaringan
berbasis LAN serta menjelaskan manfaat kelebihan dan kekurangan.
2. Mendefinisikan Ethernet di dalam jaringan LAN.
3. Menguraikan Ekspansi Jaringan Area Lokal dalam
jaringan LAN.
4. Mendefinisikan Teknologi Komunikasi Pita Lebar (Broadband).
5. Mendefinisikan Wireless LAN (WLAN) dan WiMax.
6. Mendefinisikan Bluetooth serta menjelaskan manfaat
kelebihan dan kekurangan.
7. Mendefinisikan Long Term Evolution (LTE).
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Jaringan LAN (Local Area Network)
Pada mulanya, jaringan computer dilakukan pada
jaringan yang sangat terbatas yaitu dengan menggunakan dua buah computer.
Jaringan tersebut kemudian berkembang lebih luas pada komplek perkantoran,
gedung, sekolah yang dikenal dengan jaringan local atau LAN (Local Area
Network).
LAN membentuk pola kerja kelompok atau workstation.
LAN memungkinkan praktisi computer dapat melakukan penggunaan bersama-sama
dan dapat saling berkomunikasi menggunakan email, forum diskusi, dan
sebagainya.
Seperti halnya dengan penemuan dan pengembangan
telegraf oleh Thomas Alfa Edison, LAN memberikan banyak kemudahan karena
seseorang yang ingin mengetahui tentang perdaganga saham tidak perlu kurir yang
berlari dari satu kantor ke kantor lainnya untuk menyampaikan informasi
terbarunya. LAN juga menawarkan kemudahan dalam pola pertukaran antara satu
computer dengan computer yang lain secara cepat, murah dan akurat.
Untuk mempermudah dalam pola hubungan antara satu
computer dengan computer lainnya, LAN (Local Area Network) memiliki beberapa
pola yang disebut Topologi Jaringan. Di bawah ini bentuk gambar dari jaringan
LAN.
Gambar
Jaringan LAN
1. Topologi Jaringan Area Lokal
Topologi jaringan adalah istilah yang digunakan untuk
menguraikan cara bagaimana komputer terhubung dalam suatu jaringan. Topologi
menguraikan lay out aktual dari perangkat keras jaringan, topologi
logika menguraikan perilaku komputer pada jaringan dari sudut pandang operator,
dalam hal ini manusianya, yaitu topologi fisik. Pada umumnya, jaringan
menggunakan salah satu dari dua jenis topologi fisik. Adapun topologi fisik itu
meliputi bus, switch/mesh/web, ring, star, dan daisy-chain/loop,
tree/hierarchial.
a.
Topologi BUS
Topologi
bus adalah satu bentuk tata letak jaringan yang menggunakan satu buah
kabel dimana seluruh node jaringan disambungkan. Topologi bus menghubungkan
beberapa node. Setiap node melakukan tugasnya masing-masing.
Setiap komputer disambung dengan T-Bus (bus berbentuk huruf T) dan kedua
ujung sambungan diberi resistor dengan nilai resistansi sebesar 50 ohm.
Topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Topologi BUS
·
Keuntungan
- Hemat kabel
- Layout kabel sederhana
- Mudah dikembangkan
·
Kerugian
- Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
- Kepadatan lalu lintas
- Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
- Diperlukan repeater untuk jarak jauh
Gambar
Topologi Bus
b. Topologi Switch/Mesh/Web
Topologi
switch memiliki nama lain, yaitu topologi web, topologi mesh, topologi
plex, atau topologi completely connected. Topologi ini merupakan
bentuk jaringan dengan node yang saling berhubungan dengan node lain
melalui beberapa link.
Gambar
Topologi Switch/Mesh/Web
c. Topologi Ring
Pada
topologi ini, semua komputer saling berhubungan fisik membentuk lingkaran,
yaitu seperti topologi kabel bus, tetapi ujung-ujungnya saling
disambung. Data yang dikirim diberi alamat (address) tujuan sehingga data
sampai ke computer tujuan. Jika salah satu node rusak atau tidak
berfungsi, maka tidak akan memengaruhi komunikasi node yang lainnya.
Topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Topologi RING
·
Keuntungan
- Hemat Kabel
·
Kerugian
- Peka kesalahan
- Pengembangan jaringan lebih kaku
Gambar
Topologi Ring
d. Topologi Star
Topologi
star merupakan bentuk jaringan dengan beberapa node dihubungkan
dengan node pusat (central node atau host node) yang
membentuk jaringan seperti bintang (star). Semua komunikasi ditangani
dan diatur langsung oleh central node. Node pusat menyediakan
jalur komunikasi khusus untuk dua node yang akan berkomunikasi. Topologi
ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Topologi STAR
·
Keuntungan
- Paling fleksibel
- Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
- Kontrol terpusat
- Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
- Kemudahaan pengelolaan jaringan
·
Kerugian
- Boros kabel
- Perlu penanganan khusus
- Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis
Gambar
Topologi Star
e. Topologi Daisy-Chain/Loop
Topologi
ini merupakan evolusi dari topologi bus dan topologi ring, yaitu
setiap simpul terhubung langsung ke dua simpul lain melalui kabel dan membentuk
saluran, bukan lingkaran utuh. Pada topologi ini semua node berhubungan
secara serial sehingga tidak mengenal central node karena semua memiliki
status dan kedudukan yang sama. Topologi ini mempunyai ciri khas, dengan
kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Topologi
Daisy-Chain/Loop
·
Kelebihan
- Pemasangan dan pemeliharaannya mudah.
·
Kekurangan
- Jika node di tengah mengalami masalah maka akan berdampak pada seluruh jaringan termasuk ketika menambahkan node di tengah, jaringan akan mati untuk sementara.
Gambar
Topologi Daisy-Chain/Loop
f. Topologi Tree/Hierarchial
Topologi
tree seperti membentuk sebuah pohon dengan cabangnya. Topologi ini
terdiri atas central node (komputer spesifikasi tinggi) node (komputer
spesifikasi rendah) yang saling berhubungan secara berjenjang. Central node sebagai
host computer merupakan jenjang tertinggi (top hierarchial) yang
berfungsi mengoordinasikan node pada jenjang di bawahnya. Topologi ini
mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Topologi Tree/Hierarchial
·
Kelebihan
- Terbentuk suatu kelompok node yang dapat digunakan setiap saat.
·
Kekurangan
- Jika node tertinggi tidak berfungsi, maka akan berpengaruh terhadap kelompok lain yang ada di bawahnya.
Gambar
Topologi Tree/Hierarchial
2.
Ethernet
Ethernet adalah perangkat fisik teknologi dan data
link layer untuk LAN (Jaringan Area Lokal). Ethernet juga merupakan jenis skenario perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert
Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto
Research Center (PARC) pada tahun 1972. Versi awal Xerox
Ethernet dikeluarkan pada tahun 1975 dan di desain untuk menyambungkan 100 komputer pada
kecepatan 2,94 megabit per detik melalui kabel sepanjang satu kilometer.
Desain tersebut menjadi sedemikian sukses di masa itu
sehingga Xerox, Intel dan Digital Equipment Corporation (DEC)
mengeluarkan standar Ethernet 10Mbps yang banyak digunakan pada jaringan
komputer saat ini. Selain itu, terdapat standar Ethernet dengan kecepatan 100Mbps
yang dikenal sebagai Fast Ethernet.
Asal Ethernet bermula dari sebuah pengembangan WAN di
University of
Hawaii pada akhir tahun 1960 yang dikenal dengan nama "ALOHA".
Universitas tersebut memiliki daerah geografis kampus yang luas dan berkeinginan untuk menghubungkan
komputer-komputer yang tersebar di kampus tersebut menjadi sebuah jaringan
komputer kampus.
Proses standarisasi teknologi Ethernet akhirnya
disetujui pada tahun 1985 oleh Institute of Electrical and
Electronics Engineers (IEEE),
dengan sebuah standar yang dikenal dengan Project 802. Standar IEEE selanjutnya
diadopsi oleh International Organization for Standardization (ISO), sehingga
menjadikannya sebuah standar internasional dan mendunia yang ditujukan untuk
membentuk jaringan komputer. Karena kesederhanaan dan keandalannya, Ethernet
pun dapat bertahan hingga saat ini, dan bahkan menjadi arsitektur jaringan yang
paling banyak digunakan.
1. Jenis-jenis Ethernet
Arsitektur
Ethernet diperkenalkan pada tahun 1970 oleh Xerox, dimana terdapat tiga jenis
Ethernet yang dibedakan berdasarkan kecepatan daya akses datanya, yaitu:
1. Ethernet
Memiliki
kecepatan akses data 10 Mbit/detik. Standar yang digunakan adalah: 10BaseT,
10BaseF, 10Base2 dan 10Base5.
a.
10BaseT
Pada Ethernet 10BaseT menggunakan topologi Star. Ethernet dengan topologi star ini paling banyak digunakan, karena mudah pemasangannya serta melakukan pengecekan jika ada kerusakan pada jaringan. Pada 10BaseT kabel yang dipakai bukan coaxial tapi kabel UTP. Spesifikasi dari 10BaseT adalah sebagai berikut:
Pada Ethernet 10BaseT menggunakan topologi Star. Ethernet dengan topologi star ini paling banyak digunakan, karena mudah pemasangannya serta melakukan pengecekan jika ada kerusakan pada jaringan. Pada 10BaseT kabel yang dipakai bukan coaxial tapi kabel UTP. Spesifikasi dari 10BaseT adalah sebagai berikut:
·
Panjang kabel per-segmen maksimum 100 m
· Jumlah segmen maksimum adalah 1024
· Jumlah node perjaringan 1024
· Menggunakan Hub dengan jumlah maksimum 4 buah
· Kabel yang digunkan UTP kategori 3 atau lebih
b. 10BaseF
10BaseF mengunakan kabel serat optik, ini jarang digunakan karena biasanya mahal dan pemasangannya tidak semudah ethernet tipe lain. Umumnya jenis ini dipakai untuk penghubung (link) antar segmen karena jaraknya bisa mencapai 2000 m serta kabel yang digunakan adalah serat optik. Pada 10BaseF, untuk transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan kabel/media yang berbeda.
10BaseF mengunakan kabel serat optik, ini jarang digunakan karena biasanya mahal dan pemasangannya tidak semudah ethernet tipe lain. Umumnya jenis ini dipakai untuk penghubung (link) antar segmen karena jaraknya bisa mencapai 2000 m serta kabel yang digunakan adalah serat optik. Pada 10BaseF, untuk transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan kabel/media yang berbeda.
c.
10Base2
10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk bus. Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm dengan jenis twisted pair. 10Base2 disebut juga Thin Ethernet karena menggunakan kabel Coaxial jenis Thin atau disebut sebagai Cheaper Net.Panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambbung sampai 5 segmen menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unit komputer saja. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi 50 ohm. Untuk jenis konektor dipakai adalah jenis BNC.
Spesifikasinya adalah:
10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk bus. Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm dengan jenis twisted pair. 10Base2 disebut juga Thin Ethernet karena menggunakan kabel Coaxial jenis Thin atau disebut sebagai Cheaper Net.Panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambbung sampai 5 segmen menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unit komputer saja. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi 50 ohm. Untuk jenis konektor dipakai adalah jenis BNC.
Spesifikasinya adalah:
· Panjang kabel per-segmen adalah 185 m
· Total segmen kabel adalah 5 buah
· Maksimum Repeater adalah 4 buah
· Maksimum jumlah segmen yang terdapat node (station)
adalah 3 buah
· Jarak terdekat antar station minimum 0,5 m
· Maksimum jumlah station dalam satu segmen kabel adalah
30
· Maksimum panjang keseluruhan dengan Repeater adalah
925 m
· Awal dan akhir kabel diberi Terminator 50 ohm
· Jenis kabel yang digunakan RG-58A/U atau RG-58C/U
d. 10Base5
10Base5 disebut juga Thick Ethernet karena menggunakan kabel Coaxial jenis Thick. Topologi pada 10Base5 sama seperti 10Base2 yaitu Topologi Bus. Spesifikasi dari 10Base5 adalah sebagai berikut:
10Base5 disebut juga Thick Ethernet karena menggunakan kabel Coaxial jenis Thick. Topologi pada 10Base5 sama seperti 10Base2 yaitu Topologi Bus. Spesifikasi dari 10Base5 adalah sebagai berikut:
· Panjang kabel per-segmen adalah 500 m
· Total segmen kabel adalah 4 buah
· Maksimum jumlah segmen yang terdapat node adalah 3
· Jarak terdekat antar station minimum adalah 2,5 m
· Maksimum jumlah station dalam satu segmen kabel adalah
100
· Maksimum panjang kabel AUI ke node 50 m
· Maksimum panjang keseluruhan dengan Repeater 2500 m
· Awal dan akhir kabel diberi Terminator 50 ohm
· Jenis kabel Coaxial RG-8 atau RG-11
2.
Fast Ethernet
Memiliki
kecepatan akses data 100 Mbit/detik. Standar yang digunakan adalah: 100BaseFX,
100BaseT, 100BaseT4 dan 100BaseTX. Protokol ini cepat menjadi populer, karena
memberikan kecepatan 10 kali lebih tinggi dibandingkan 10BaseT dengan harga
yang relatif murah.
Fast Ethernet bergantung pada jenis media/kabel yang digunakan, tergolong atas beberapa tipe sebagai berikut:
Fast Ethernet bergantung pada jenis media/kabel yang digunakan, tergolong atas beberapa tipe sebagai berikut:
a.
100Base TX
Protokol
100BaseTX ini mendukung penggunakan kabel UTP kategori-5 seperti yang digunakan
oleh protokol IOBaseT sehingga dapat digunakan tanpa banyak mengubah distribusi
perkabelan yang sudah ada. Yang perlu diganti hanya hub dan network adapter
yang mampu mendukung protokol 100BaseTX. Banyak network adapter dan hub yang
diproduksi belakangan ini mempunyai kemampuan untuk mendeteksi secara otomatis
kecepatan 10 atau 100 Mbps. Kabel-kabel jaringan tidak perlu diganti karena
100BaseTX dapat berfungsi dengan baik dengan menggunakan kabel UTP kategori¬5,
seperti yang digunakan oleh jaringan 1OBaseT dengan panjang kabel antara hub
dengan hub atau hub ke komputer adalah sama juga, yaitu 100 meter. Namun untuk
protokol 100BaseTX, diameter jaringan maksimum (jarak terjauh antara dua
komputer) adalah 205 meter.
b. 100BaseFX
Tipe protokol ini mendukung penggunaan kabel serat optik de¬ngan jarak maksimum 412 meter.
Tipe protokol ini mendukung penggunaan kabel serat optik de¬ngan jarak maksimum 412 meter.
c.
100BaseT
100BaseT disebut juga Fast Ethernet atau 100BaseX, adalah ethernet yang mempunyai kecepatan 100 Mbps. Ada beberapa tipe 100BaseT berdasarkan kabel yang dipakai, yaitu:
100BaseT disebut juga Fast Ethernet atau 100BaseX, adalah ethernet yang mempunyai kecepatan 100 Mbps. Ada beberapa tipe 100BaseT berdasarkan kabel yang dipakai, yaitu:
·
100BaseT4, memakai kabel UTP Category-5 dan kabel yang
dipakai adalah 4 pasang
·
100BaseTX, memakai kabel UTP Category-5 dan kabel yang
dipakai hanya 2 pasang
·
100BaseTX, memakai kabel serat optic Pada 100BaseT
yang menggunakan kabel Coaxial maksimum total kabelnya dengan menggunakan Hub
Class II adalah 205 m, dengan perincian 100 m untuk panjang segmen dan 5 m
untuk hubungan Hub ke Hub. Sedangkan untuk 100BaseFX dengan menggunakan dua
Repeater bisa mencapai 412 m, dan panjang segmen dengan serat optik bisa
mencapai 2000 m.
3.
Gigabit Ethernet
Memiliki
kecepatan akses data 1000 Mbit/detik atau 1 Gbit/detik. Standar yang digunakan
adalah: 1000BaseCX, 1000BaseLX, 1000BaseSX dan 1000BaseT. Gigabit Ethernet
merupakan protokol jenis Ethernet terbaru yang mendukung kecepatan 1000 Mbps.
Gigabit Ethernet bergantung pada jenis media yang digunakan, terdiri atas
beberapa tipe sebagai berikut:
a. 1000BaseTX
Merupakan jenis protokol Ethernet terbaru yang menggunakan kecepatan 1000 Gigabit per second (Gbps) dan mendukung pergunaan kabel UTP kategori-5. Spesifikasinya banyak mirip dengan protokol 100BaseTX, misalnya jarak kabel maksimum adalah 100 meter dengan diameter jaringan 205 meter.
Merupakan jenis protokol Ethernet terbaru yang menggunakan kecepatan 1000 Gigabit per second (Gbps) dan mendukung pergunaan kabel UTP kategori-5. Spesifikasinya banyak mirip dengan protokol 100BaseTX, misalnya jarak kabel maksimum adalah 100 meter dengan diameter jaringan 205 meter.
b. 1000BaseSX dan 1000
BaseLX
Protokol
1000BaseSX dan 1000BaseLX berdasarkan spesifikasi 802.3z yang mendukung
penggunaan media serat optik yang mampu meneruskan data dengan panjang kabel
sampai 550 meter untuk protokol 1000BaseSX, dan 3000 meter untuk protokol
1000BaseLX, tergantung tipe dan mode serat optik yang dipakai. Oleh sebab itu
protokol ini banyak dipakai sebagai jaringan tulang punggung (backbone) untuk
jaringan kampus.
3.
Ekspansi Jaringan Area Lokal
Ekspansi pada jaringan area lokal merupakan perangkat
keras komputer yang termasuk golongan peripheral komputer yang berbentuk papan
sirkuit cetak yang akan terhubung dengan matherboard komputer melalui slot
kartu ekspansi. Adanya slot kartu ekspansi ini berguna untuk menambah fungsi
atau kerja komputer, sebagai contoh; penambahan LAN card pada komputer sehingga
komputer bisa terkoneksi dengan jaringan komputer.
Slot kartu ekspansi sudah satu paket dengan
motherboard sehingga pada saat kita membeli motherboard alangkah baiknya kita
mengecek dulu kelengkapan daripada slot kartu ekspansinya, karena semakin
lengkap slot kartu ekspansinya maka semakin mudah untuk menambah fungsi dari
komputer tersebut.
Pada saat ini slot kartu ekspansi mengalami
perkembangan yang sangat pesat, sehingga bermunculan slot - slot terbaru
perkembangan dari slot model lama. Beberapa slot kartu ekspansi yang sering
kita jumpai antara lain : Slot PCI, PCI-X, PCI-Express dan AGP. Setiap slot
mempunyai kecepatan akses yang berbeda - beda dan slot generasi terbaru
biasanya mempunyai kecepatan akses yang lebih cepat dari pada slot kartu
ekspansi model sebelumnya. Slot kartu ekspansi biasanya digunakan untuk
menancapkan kartu ekspansi seperti: VGA card, LAN card maupun kartu ekspansi
yang lain.
B. Teknologi Komunikasi Modern
1. Teknologi Komunikasi Pita Lebar (Broadband)
Broadband adalah koneksi kecepatan tinggi yang
memungkinkan akses internet secera cepat dan selalu terkoneksi atau (always
on). Sejarah broadband bergerak mulai dari ditemukanya kabel serta optik
pada tahun 1950, dimana sebelumnya kebutuhan komunikasi data belum dibutuhkan
dalam kecepatan tinggi dan era broadband mulai. Saat itu, andalanya lebih pada
kabel serta optik.
Definisi umum broadband adalah proses pengiriman dan
penerimaan data melalui sistem jaringan telekomunikasi dengan
kecepatan tinggi. Umumnya kecepatan mulai dari 256 kbps sampai dengan 100 Mbps
yang terhubung dengan perangkat pengguna/pelanggan disebut broadband.
Definisi broadband tidak ada yang spesifik, namun yang
sama adalah dalam penggunaan kata “kecepatan tinggi” (high speed). Menurut
rekomendasi ITU No. I.113, “Komunikasi broadband didefinisikan sebagai
komunikasi dengan kecepatan transmisi 1,5 Mbps hingga 2,0 Mbps.”. sedangkan
menurut FCC di amerika, “ komunikasi broadband dicirikan dengan suatu
komunikasi yang memiliki kecepatan simetri (up-stream dan down-stream) minimal
200 kbps.
Broadband Wireless sesuai dengan namanya adalah
teknologi baru yang menjanjikan kepada pemakai bandwidth yang lebar.
Dibandingkan dengan teknologi wireless yang sudah ada (mobile communication)
terdapat perbedaan pada tujuan penggunaan dan kecepatan. Teknologi wireless
yang ada diutamakan untuk layanan suara (voice) dan jika digunakan untuk
menyalurkan data hanya akan diperoleh kecepatan sekitar 9600 bps saja,
sedangkan teknologi broadband wireless menjanjikan layanan data (bisa berisi
data multimedia) dengan kecepatan antara 1,5 mbps s/d 128 mbps. Teknologi
broadband wireless menggabungkan kemudahan-kemudahan yang didapat dari sistem
wireless yang ada. Seperti hal-hal berikut :
a. Kemudahan dan kecepatan pemasangan
b. Kemudahan perawatan-perangkat
c. Kemudahan pengembangan jaringan
Teknologi broadband dapat dibedakan atas 5 teknologi,
yaitu
1. Digitas Subscriber Line (DSL)
2. Modem Kabel
3. Broadband Wireless Access (WiFi dan WiMAX)
4. Satelit
5. Selular
Dari
kelima teknologi tersebut, kabel modem dirasakan kurang populer dalam
pemanfaatannya. Teknologi DSL digunakan oleh operator penyelenggara fixed
telephone (fixedcarrier) untuk optimasi penggunaan copper fiber yang ada,
memiliki skala ekonomis pada infrastruktur yang ada, dan modem memiliki tingkat
keamanan dan kualitas layanan yang baik pada bandwidth yang tinggi. Teknologi
3G yang diselenggarakan oleh operator-operator seluler memiliki karakteristik
bahwa teknologi 2G didesain untuk layanan komunikasi berbasis voice dan data,
mendukung mobilitas yang tinggi, dan teknologinya sudah mapan. Teknologi
wireless yang banyak mendapatkan perhatian baik dari calon operator, vendor,
dan user adalah WiMAX. Beberapa hal yang menjadi keunggulan WiMAX, jika dibandingkan
dengan teknologi WiFI antara lain adalah sebagai berikut.
1. Para produsen mikroelektronik akan mendapatkan lahan
baru untuk dikerjakan, dengan membuat chip-chip yang lebih general yang dapat
dipakai oleh banyak produsen perangkan wireless untuk membuat BWA nya. Produsen
perangkat wireless tidak perlu mengembangkan solusi end to end bagi
penggunanya, karena sudah tersedia standar yang jelas.
2. Operator telekomunikasi dapat menghemat investasi
perangkat karena kemampuan WiMAX dapat melayani pelanggannya dengan area yang
lebih luas dan dengan kompatibilitas yang lebih tinggi
3. Pengguna akhir akan mendapatkan banyak pilihan dalam
menggunakan internet. WiMAX merupakan salah satu teknologi yang dapat
memudahkan untuk koneksi dengan internet secara mudah dan berkualitas
4. Memiliki banyak fitur yang selama ini belum ada pada
teknologi WiFi dengan standar IEEE 802.11 . standar 802.16. digabungkan dengan
ETSI HiperMAN, maka dapat melayani pangsa pasar yang lebih luas.
5. Dengan coverage yang mencapai 50 kilometer (maksimal),
WiMAX dapat memberikan kontribusi yang sangat besar bagi keberadaan wireless
MAN. Kemampuan untuk menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam
jarak jauh dan akan menutup semua celah broadband yang tidak dapat terjangkau
oleh teknologi kabel dan DSL.
6. Dapat melayani para pengguna, baik yang berada pada
posisi LOS maupun NLOS DSL, WiMAX, dan 3G memiliki segmentasi yang berbeda
ketiga teknologi ini bisa saling bersinergi untuk memperbaiki/melengkapi satu
sama lain : Gunawan Wibisono & Gunadi Dwi Hantoro.2006." WiMAX
Teknologi BWA Kini & Masa Depan"
1. Layanan Broadband
1. DSL
DSL (Digital Subscriber Line) adalah satu set
teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel yang
digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat. Biasanya kecepatan downolad dari DSL
berkisar dari 128 kbit/d sampai 24.000 kb/d tergantung dari teknologi DSL
tersebut. Kecepatan upload lebih rendah dari download untuk ADSL dan sama cepat untuk SDSL.
Di ujung pelanggan memerlukan sebuah modem DSL. Alat ini mengubah data dari sinyal digital yang digunakan oleh komputer menjadi sebuah sinyal voltase dalam jangkauan frekuensi yang sessuai dan kemudian
disalurkan ke jalur telepon.
Banyak teknologi DSL menggunakan sebuah lapisan ATM agar dapat beradaptasi dengan sejumlah teknologi yang
berbeda. Implementasi DSL dapat menciptakan jaringan jembatan atau routed. Dalam konfigurasi jembatan, kelompok komputer
pengguna terhubungkan ke subnet tunggal. Implementasi awal menggunakan DHCP untuk menyediakan detail jaringan seperti alamat IP kepada peralatan pengguna, dengan authentication melalui alamat MAC atau memberikan nama host. Kemudian implementasi
seringkali menggunakan PPP melalui Ethernet atau ATM (PPPoE atau PPPoA). DSL juga memiliki rasio
contention yang layak dipertimbangkan pada saat
memilih teknologi jalur lebar.
·
Keuntungan dari DSL adalah sebagai berikut :
a.
Dengan DSL. Anda dapat meninggalkan koneksi internet
terbuka Anda dan masih menggunakan saluran telepon untuk
panggilan suara.
b.
Kecepatan DSL. Jauh lebih tinggi dari modem dial-up
biasa. Contoh teknologi DSL (kadangkala disebut xDSL) termasuk:
·
High-bit-rate Digital Subscriber Line (HDSL), covered
in this article
·
G. Symmetric
High-speed Digital Subscriber Line
(G.SHDSL), a standardised replacement for early proprietary SDSL by the
International elecommunication Union Telecommunication Standardization Sector
2.
SONET
SONET adalah standar komunikasi digital yang baru
untuk suatu sistem transmisi serat optik. Transport signal level-1 (STS-1)
dengan frekuensi 51,840 Mbps dan multiplex SONET dibentuk dari sejumlah N kali
sinyal dasar STS-1 sehingga lebih effisien dibandingkan hirarki yang lain.
SONET juga dapat meningkatkan kapasitas bandwidth pada serat optik tanpa perlu
melakukan penambahan kabel optik. Keandalan trafik pada SONET akan selalu
terjaga pada topologi ring yang menggunakan wavelenght division multiplexing
(WDM).
·
Keuntungan sonnet
SONET
adalah standar komunikasi digital yang baru untuk suatu sistem transmisi serat
optik. Transport signal level-1 (STS-1) dengan frekuensi 51,840 Mbps dan
multiplex SONET dibentuk dari sejumlah N kali sinyal dasar STS-1 sehingga lebih
effisien dibandingkan hirarki yang lain. SONET juga dapat meningkatkan
kapasitas bandwidth pada serat optik tanpa perlu melakukan penambahan kabel
optik. Keandalan trafik pada SONET akan selalu terjaga pada topologi ring yang
menggunakan wavelenght division multiplexing (WDM).
Hierarki
Transport SONET :
Section: Layer section berfungsi untuk memformat frame
SONET, serta mengubah sinyal elektrik ke optik (vice versa).
Perangkatnya disebut STE (Section Termination Equipment).
Line: Layer line melakukan sinkronisasi dan
multipleks/demultipleks informasi dari frame SONET. Perangkatnya disebut LTE (Line
Terminating Equipment).
Path: Layer path menjadi interface antara perangkat
non SONET dengan jaringan SONET. Payload akan di-map menjadi frame
SONET, dan sebaliknya. Layerpath mengurusi transport data secara end-to-end.
2.
Wireless LAN(WLAN) dan WIMAX
1. Wireless LAN(WLAN)
Wifi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, memiliki
pengertian yaitu sebuah teknologi yang memungkinkan sejumlah komputer terhubung
dalam sebuah jaringan tanpa kabel (nirkabel) atau WLAN (Wireless Local
Area Networks) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11
Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk membangun
jaringan nirkabel dalam suatu area yang sifatnya local (contohnya, dalam
lingkungan gedung kantor, gedung kampus atau pada area publik (hotspot),
seperti bandara atau kafe). WLAN dapat digunakan pada kantor sementara atau
yang mana instalasi kabel permanen tidak diperbolehkan. Atau WLAN terkadang
dibangun sebagai suplemen bagi LAN yang sudah ada, sehingga pengguna dapat
bekerja pada berbagai lokasi yang berbeda dalam lingkungan gedung. WLAN dapat
dioperasikan dengan dua cara. Dalam infrastruktur WLAN, stasiun wireless
(peranti dengan network card radio atau eksternal modem) terhubung ke access
point nirkabel yang berfungsi sebagai bridge antara stasiun-stasiun dan network
backbone yang ada saat itu. Dalam lingkungan WLAN yang sifatnya peer-to-peer
(ad hoc), beberapa pengguna dalam area yang terbatas, seperti ruang rapat,
dapat membentuk suatu jaringan sementara tanpa menggunakan access point, jika
mereka tidak memerlukan akses ke sumber daya jaringan.Pada tahun 1997, IEEE
meng-approve standar 802.11 untuk WLAN, yang mana menspesifikasikan suatu data
transfer rate 1 sampai 2 megabits per second (Mbps). Di bawah 802.11b, yang
mana menjadi standar baru yang dominan saat ini, data ditransfer pada kecepatan
maksimum 11 Mbps melalui frekuensi 2.4 gigahertz (GHz). Standar yang lebih baru
lainnya adalah 802.11a, yang mana menspesifikasikan data transfer pada
kecepatan maksimum 54 Mbps melalui frekuensi 5 GHz.
1. Keamanan Jaringan WiFi
Peralatan
sinyal yang ditranmisikan oleh jaringan wifi menggunakan frekuensi secara
bebas, sehingga dapat ditangkap oleh komputer lain sesama user wifi. keamanan
jaringan wifi secara umum terdiri dari nonsecure dan secure (share key):
·
non secure: computer yang mempunyai wifi dapat menangkap
transmisi pancaran dari sebuah wifi dan langsung dapat masuk kedalam jaringan
tersebut
·
secure;
untuk dapat masuk ke jaringan wifi diperlukan kunci atau password, contohnya
sebuah network yang menggunakan WEP.
·
selain menggunakan WEP, dapat ditambahkan WPA ( wifi
protected access ).
·
membatasi akses dengan mendaftarkan MAC Address dari
komputer klien yang berhak mengakses jaringan.
2.
Akses Internet
Sebuah
alat Wi-Fi dapat terhubung ke Internet ketika berada dalam jangkauan sebuah jaringan nirkabel yang terhubung ke Internet. Cakupan satu titik akses atau lebih (interkoneksi) disebut hotspot
Hotspot adalah istilah bagi sebuah area dimana orang bisa
mengakses internet, asal menggunakan laptop atau PDA dengan fitur WiFi
(Wireless Fidelity) sehingga bisa berinternetan tanpa kabel.
3.
Spesifikasi
Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:
Spesifikasi
Wi-Fi
|
|||
Spesifikasi
|
Kecepatan
|
Frekuensi
Band |
Cocok
dengan |
11 Mb/s
|
~2.4 GHz
|
b
|
|
54 Mb/s
|
~5 GHz
|
a
|
|
54 Mb/s
|
~2.4 GHz
|
b, g
|
|
100 Mb/s
|
~2.4 GHz
|
b, g, n
|
2.
WIMAX
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave
Access) adalah standard-based technology yang memungkinkan
penyaluran akses broadband melalui penggunaan wireless sebagai alternatif kabel
dan DSL.
WiMAX merupakan sistem Broadband Wireless
Access (BWA) yang memiliki kemampuan interoperability antar
perangkat yang berbeda dan dapat dioperasikan untuk kondisi LOS maupun
NLOS.
Faktor utama dibalik pertumbuhan luar biasa
medium nirkabel adalah kemampuan untuk memenuhi dua
dari tiga komponen yang merupakan tujuan
utama dari telekomunikasi: any information, any
time, any place. Sistem komunikasi nirkabel menyediakan
anytime, anywhere communication.
Ada beberapa skenario topologi untuk
pengembangan wireless yaitu Point-to- Point (P2P) dan
Point-to-MultiPoint (PMP), Mesh.
- Point-to-point(P2P)
Point
to point digunakan dimana ada dua titik
dihubungkan: satu pengirim dan satu penerima.
Ini juga digunakan untuk backhaul atau transfer
dari sumber data (data center, co-lo facility,
fiber POP, Central Office, dan lain-lain) ke pelanggan atau
untuk point bagi distribusi menggunakan arsitektur
point to multipoint. Pada arsitektur ini pancaran fokus
antara dua point dan throughput radio point- to-
point akan lebih kuat daripada produk
point-to-multipoint.
Gambar:
Konfigurasi Point-to-Point dan Point-to- Multipoint(http://www.wimax.com/educ
ation/wimax/wireless_architectures)
2.
Point-to-Multipoint (PMP)
Satu
base station dapat melayani ratusan pelanggan dalam batasan bandwidth
dan pelayanan yang ditawarkan.
·
Line of sight (LOS) atau Non-line of sight (NLOS)
Gambar:
Perbedaan antara line of sight and non-line of sight
(http://www.wimax.com/education/wima x/wireless_architectures)
Teknologi-teknologi wireless awal
seperti LMDS, MMDS kurang sukses di pasaran
karena mereka tidak dapat memberikan solusi untuk
kasus non-line-of-sight. Hal tersebut membatasi
jumlah pelanggan yang dapat dicapai dan
membutuhkan biaya tinggi untuk base station
dan CPE, bisnis ini kebanyakan gagal. WiMAX
baik digunakan untuk keadaan line of sight dan juga menawarkan
jangkauan dan throughtput ke pelanggan yang
berada pada non-line-of-sight. Kemampuan WiMAX untuk
memberikan layanan non- line-of-sight, WiMAX
service provider dapat mencapai banyak customer
sehingga biaya yang dapat ditekan untuk setiap
pelanggan.
Gambar: Teknologi Wireless (Pareek Deepak, The
Business of Wimax,2006)
1. Cara Kerja WiMAX
Gambar
: Cara Kerja WiMAX (http://computer.howstuffworks.com/wimax2.htm)
Secara
umum, WiMAX terdiri dua bagian yaitu
base station WiMAX dan WiMAX Receiver atau
disebut juga customer premise equipment (CPE).
- WiMAX Base Station
Base
station WiMAX base station terdiri dari electronik indoor dan tower WiMAX.
Umumnya satu base-station menjangkau radius 6
mile ( secara teori dapat menjangkau hingga
radius 50 km atau 30 mile, tapi
prakteknya baru terbatas sekitar 10 km
atau 6 mile. Dalam area layanan tersebut
dimanapun dapat mengakses internet secara wireless. Base-station WiMAX
menggunakan MAC layer (didefinisikan dalam
standard), sebuah interface umum yang membuat
jaringan interoperable dan dapat mengalokasikan bandwidth uplink dan downlink
ke pelanggan berdasarkan kebutuhan pada satuan
waktu tertentu. Setiap base station menjangkau
daerah yang dinamakan cell. Maksimal radius
dari cell secara teori adalah 50 km(
tergantung band frekuensi yang dipilih),
namun pengembangan yang umum adalah radius 3
sampai 10 km). Seperti jaringan mobile seluler , antenna pada
base-station dapat omnidirectional (cell yang circular), atau directional
(linear) atau sektoral.
2.
WiMAX Receiver
WiMAX
receiver dapat terdiri dari antenna yang
terpisah( bagian yang terpisah antara receiver
electronics dan antenna ) atau dapat berupa box sendiri atau PCMCIA card dalam
laptop. Akses ke base-station WiMAX hampir sama dengan mengakses access point
dalam jaringan Wi-Fi. Namun masih tingginya biaya
instalasi CPE menjadi kendala karena memerlukan
tenaga ahli dalam instalasi CPE untuk sistem BWA.
3.
Bluetooth
Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless
(tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial,
Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver
yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time
antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. Pada
dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya menggantikan atau menghilangkan
penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu
menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang
relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan,
mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam.
Daya pancar dari transceiver microchips Bluetooth terbagi tiga kelompok, yaitu
kelas 1 (100 mW, untuk area 100 meter), kelas 2 (2,5 mW, untuk area 10 meter)
dan kelas 3 (1 mW, untuk area 1 meter)
1. Cara kerja Bluetooth
Bluetooth
sebenarnya hadir ditujukan untuk mengatasi beberapa kendala komunikasi data
antarperanti elektronik yang lebih dahulu hadir. Yang paling utama memang untuk
komunikasi antarperalatan elektronik tanpa kabel. Namun, Bluetooth juga
digunakan untuk menjembatani komunikasi one by one menjadi one to many. Selain
itu, bluetooth juga mengeliminasi campur tangan pengguna dalam mengonfigurasi
koneksi. Jadi, koneksi antarperalatan elektronik via bluetooth terjadi secara
otomatis.
Adapun
kelebihan dan kekurangan dari Bluetooth sebagai berikut ini:
Kelebihan
Bluetooth:
- Bluetooth dapat menembus dinding, kotak, dan berbagai rintangan lain walaupun jarak transmisinya hanya sekitar 30 kaki atau 10 meter
- Bluetooth tidak memerlukan kabel ataupun kawat
- Bluetooth dapat mensinkronisasi basis data dari telepon genggam ke komputer
- Dapat digunakan sebagai perantara modem
Kekurangannya
Bluetooth:
- Sistem ini menggunakan frekuensi yang sama dengan gelombang LAN standar
- Apabila dalam suatu ruangan terlalu banyak koneksi Bluetooth yang digunakan, akan menyulitkan pengguna untuk menemukan penerima yang diharapkan
- Banyak mekanisme keamanan Bluetooth yang harus diperhatikan untuk mencegah kegagalan pengiriman atau penerimaan informasi.
- Di Indonesia, sudah banyak beredar virus-virus yang disebarkan melalui bluetooth dari handphone
4.
Long Term Evolution (LTE)
LTE (Long Term Evolution) adalah sebuah nama baru dari
layanan yang mempunyai kemampuan tinggi dalam sistem komunikasi bergerak
(mobile). Merupakan langkah menuju generasi ke-4 (4G) dari teknologi radio yang
dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan jaringan telepon mobile.
Dimana generasi sebelumnya dikenal sebagai 3G (untuk "generasi ketiga"), LTE dipasarkan
sebagai 4G.
Menurut IMT Advanced (International Mobile
Telecommunications Advanced), LTE tidak sepenuhnya sesuai dengan persyaratan
4G. Sebagian besar operator selular di Amerika Serikat dan beberapa operator di
seluruh dunia mengumumkan rencana untuk mengubah jaringan mereka untuk LTE
dimulai pada 2009. Layanan LTE pertama di dunia dibuka oleh TeliaSonera di dua
kota Skandinavia yaitu Stockholm dan Oslo pada 14 Desember 2009. LTE adalah
satu set perangkat tambahan ke Universal Mobile Telecommunications System
(UMTS) yang diperkenalkan pada 3rd Generation Partnership Project (3GPP)
Release 8. Banyak dari 3GPP Release 8 mengadopsi teknologi 4G, termasuk semua
IP arsitektur jaringan
1. Tinjauan
LTE memberikan tingkat kapasitas downlink sedikitnya
100 Mbps, dan uplink paling sedikit 50 Mbps dan RAN round-trip kurang dari 10
ms. LTE mendukung operator bandwidth, dari 20 MHz turun menjadi 1,4 MHz dan
mendukung pembagian frekuensi duplexing (FDD) dan waktu pembagian duplexing
(TDD).
Bagian dari standar LTE adalah Arsitektur Sistem
Evolution, sebuah jaringan berbasis IP yang dirancang untuk menggantikan
arsitektur GPRS Core Network dan memastikan dukungan untuk mobilitas antara
beberapa non-sistem 3GPP, misalnya GPRS dan WiMax.
Keuntungan utama dengan LTE adalah throughput yang
tinggi, latency rendah, plug and play, FDD dan TDD pada platform yang sama,
peningkatan pengalaman pengguna akhir dan arsitektur sederhana yang
mengakibatkan biaya operasional yang rendah. LTE akan juga mendukung sel menara
dengan teknologi jaringan yang lebih tua seperti GSM, cdmaOne, W-CDMA (UMTS),
dan CDMA2000.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Komunikasi data adalah proses pengiriman dan
penerimaan data/informasi dari dua atau lebih device (alat, seperti komputer/
laptop/ printer/ dan alat komunikasi lain) yang terhubung dalam sebuah jaringan
melalui beberapa media
Komunikasi data memiliki beberapa tujuan diantaranya
yaitu,memunkinkan pengiriman data dalam jumalh besar efisien, tanpa kesalahan
dan ekomis dari suatu tempat ketempat yang lain.Memungkinkan penggunaan sistem komputer dan perlatan pendukung dari jarak jauh
(remote computer use). Memungkinkan penggunaan komputer secara terpusat maupun
secara tersebar sehingga mendukung manajemen dalam hal kontrol, baik
desentralisasi ataupu sentralisasi. Mempermudah kemungkinan pengelolaan dan
pengaturan data yang ada dalam berbagai mcam sistem komputer.Mengurangi waktu
untuk pengelolaan data.Mendapatkan da langsung dari sumbernya.Mempercepat
penyebarluasan informasi.
B. Saran
Dari
makalah yang telah disusun, maka dapat diberikan beberapa saran, antara lain:
- Perlu penelitian lebih lanjut mengenai Lokal Area Network yang lebih detail.
- Perlu informasi tambahan yang lebih mendetail tentang Teknologi Komunikasi Modern.
DAFTAR
PUSTAKA
http://dhediku.blogspot.com/2013/12/tugas-makalah-materi-jaringan-tentang-a.html
http://kerockan.blogspot.com/2011/05/membahas-jaringan-komputer-modern-dan.html
https://youde.wordpress.com/2011/03/10/macam-macam-topologi-jaringan/













Tidak ada komentar:
Posting Komentar